Fenomena Ikan Mati Massal, Diduga Terpapar Limbah Pabrik PT ASMJ II
KUANSING, RANAHRIAU.COM - Fenomena Ikan mati massal yang diduga terpapar limbah pabrik Kembali terjadi di Kuansing. Kali ini terjadi di areal PT ASMJ II Sungai Paku Kecamatan Singingi Hilir.
Ikan-ikan yang mati itu berukuran beragam. Ikan berukuran besar ada yang setara satu hingga telapak tangan orang dewasa.
Kejadian tersebut sangat disesalkan oleh Afrizal, warga setempat ketika melihat banyaknya ikan yang mati di sekitar lokasi perusahaan.
" Ini parah nih. Baru beroperasi lebih kurang satu bulan pabrik PMKS PT ASMJ II di Sungai Paku sudah merusak lingkungan. Banyak ikan mati," tulis Afrizal
Catatan ranahriau.com, ini bukan kali pertama terjadi di Kuansing, dan itu diakui oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kuansing, Deflides Gusni kepada ranahriau.com Rabu, (11/01/2023) malam.
" Ini kejadiannya hari Selasa 10 Januari 2023, sekitar pukul 09.00 WIB," terang Deflides.
Deflides mengaku, bahwa ia bersama dua orang Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup serta Petugas Lab dari Provinsi sudah turun ke lokasi ASMJ II di Desa Sungai Paku pada hari kejadian.
" Kami telah melakukan Pemantauan Kondisi Instalasi Pengelolaan Limbah (IPAL) secara visual, kemudian Pengambilan sampel untuk dilakukan uji Laboratorium, dan Mendengarkan kronologis kejadian versi masyarakat dan manajemen perusahaan," kata Deflides
Mantan camat Singingi itu juga menuturkan, Ikan yang mati tersebut dijumpai di genangan air yang masih di lokasi ASMJ II, bukan di Daerah Aliran Sungai yang berada di luar lokasi Pabrik.
" Genangan air tempat ikan mati tersebut berdekatan dengan anak Sungai yang bermuara ke sungai Singingi lebih kurang 700 meter (0,7 Km),"
"Secara kasat mata, kolam-kolam Instalasi Pengelolaan Limbah (IPAL) nya belum terisi penuh oleh limbah Pabrik karena baru beroperasi,"
" Kita tunggu keluar uji sampel lab. DLH akan mengikuti sesuai aturan yang berlaku," pungkasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak PT ASMJ II, Hendra tidak mengakui kalau ia Humas di perusahaan tersebut. Sementara sesuai arahan kadis DLH Kuansing untuk mengkonfirmasi kejadian tersebut kepada Deby Candra, setelah dilakukan konfirmasi, Deby Candra masih bungkam.


Komentar Via Facebook :