Direktur BUMDes Kelola Ratusan Hektare Kebun Sawit Pemda Kuansing, di Kawasan Hutan Lindung
Timbangan BUMDes Karya Muda Bersama (Tempat Penjualan Buah Sawit Kebun Pemda)
KUANSING, RANAHRIAU.COM - Ratusan hektare kebun sawit milik Pemda Kuansing, di Kecamatan Pucuk Rantau, ternyata dikelola oleh Jalinus alias Alun, yang merupakan direktur BUMDes 'Karya Muda Bersama' Desa Perhentian Sungkai.
Belum diketahui secara pasti atas perintah siapa sehingga Jalinus bersedia mengelola Kebun Pemda yang lagi bermasalah hukum itu. Sebab, keberadaan 500 hektar lahan Kebun Pemda tersebut berada dalam kawasan Hutan Lindung.
Ranahriau.com Sabtu (8/10) siang, berusaha untuk melakukan konfirmasi secara tatap muka dengan Jalinus, namun Jalinus alias Alun tidak berada rumah, melainkan berada di kebun Pemda.
"Alun di Kebun Pemda, biasanya jam segini (16.00 wib) sampai pukul sepuluh malam (22.00 wib) baru dia pulang" ujar sejumlah ibu-ibu yang ditemui di depan rumah kediaman Alun.
Kendati tidak dapat bertemu secara langsung dengan Alun, ranahriau.com juga memperoleh informasi dari warga, bahwa buah sawit hasil dari kebun Pemda tersebut ditampung oleh BUMDes 'Karya Muda Bersama', yang mana Alun sendiri menjabat sebagai direktur BUMDes tersebut.
Leni, yang berperan sebagai Kasir Timbangan, Sabtu (8/10) sore, kepada ranahriau.com mengaku bahwa buah sawit kebun Pemda dijual ke BUMDes 'Karya Muda Bersama'.
"Iya, buah sawit Pemda juga dijual kesini. Buah sawit dari kebun Pemda masuk sekitar 20 ton dalam seminggu. Kalau untuk harga saat ini adalah 1.900 rupiah. Ya, tergantung buahnya sih," terang Leni.
Ditanya sudah berapa lama BUMDes tersebut menerima buah dari kebun Pemda, Leni mengaku kalau Timbangan BUMDes sudah beroperasi sejak lima bulan yang lalu.
"Kalau timbangan ini sudah lima bulan beroperasi," pungkas Leni.
Berdasarkan data yang diperoleh ranahriau.com, 16 miliar lebih uang APBD Kuansing, terkuras untuk pembuatan kebun Sawit Pemda Kuansing di Pucuk Rantau.
Anggaran 16 miliar itu adalah untuk mengelola lahan seluas 500 hektar. Namun, yang selesai ditanam hanya berkisar 350 hektar. Sementara yang produktif itu sekarang ada sekitar 140 hektar.


Komentar Via Facebook :