Merasa Terusik Kantor Desa Disegel Warga, PJ Kades Nofri Angkat Bicara

Merasa Terusik Kantor Desa Disegel Warga, PJ Kades Nofri Angkat Bicara

KUANSING, RANAHRIAU.COM - Merasa terusik pemberitaan beberapa Media Cyber, Penjabat sementara (PJs) Kades Serosa, Nopri akhirnya mengklarifikasi bawah dirinya telah dituding tidak bersikap baik dan selalu menyinggung ninik mamak saat sambutan di berbagai acara di Serosa.

Akibat pemberitaan media Cyber, PJs Kades Nopri, meradang merasa tersudutkan oleh pemberitaan tersebut.  Merasa tak bersalah, Kades Nopri langsung ambil sikap untuk melakukan klarifikasi

Mungkin karena merasa dirinya benar Kades Nopri menyampaikan kepada awak media ranahriau.com untuk menyampaikan Klarifikasi dan sanggahan, terkait Pemberitaan yang membuatnya merasa tak nyaman.

Dalam klarifikasi dan sanggahan Kades Nopri menyangkal dan Membantah keras semua Dugaan yang ditujukan padanya tidaklah benar.

"Pernyataan yang menyatakan saya tidak bersikap baik dan selalu menyinggung ninik mamak saat sambutan di berbagai acara di serosah, itu tidak benar," kata Nopri melalui keterangan tertulisnya kepada ranahriau.com Senin (26/9/2022) malam.

Ia meluruskan bahwa permasalahan ini berawal saat doa pekuburan, dengan bahasa "bagaimana kita dihormati cucu kemenakan kita sementara kita meminta chip (judi online) kepada cucu kemenakan kita," kata Nopri.

Selanjutnya Nopri juga membantah kalau dia tidak transfaransi dalam melaksanakan kegiatan Dana Desa.

"saya dan ketua BPD beserta anggota selalu koordinasi mengenai pembangunan yang ada di desa, misal pengadaan lampu penerangan jalan 10 unit (sudah dipasang), kandang sapi (sudah dibuat) pengadaan sapi sebanyak 11 ekor, ini malahan saya serahkan kepada ninik mamak langsung dan memang masih sisa 5 ekor lagi masih dalam keadaan karantina karena PMK yang sudah masuk ke serosah," terang Nopri

"mungkin yang tidak transparansi menurut ninik mamak tersebut adalah masalah insentif ninik mamak, dan saya sudah jelaskan kepada ninik mamak waktu itu H.RAMLI dan mendiang SAMSI BASRI, bahwa insentif ninik mamak ditangguhkan dulu pembayarannya, karna tidak berupa gaji namun harus ada berbentuk kegiatan dan sudah dijelaskan juga oleh bapak camat HK (bapak ZAMRI) saat kunjungan beliau ke desa serosah namun mereka juga tidak percaya dengan hal tersebut," tambahnya lagi

Tidak hanya itu, lanjut ke persoalan penyegelan kantor desa oleh ninik mamak, pemuda dan masyarakat, kata Nopri Itu hoax.

"ini hanya kepentingan beberapa orang saja dan tidak dilakukan oleh seluruh ninik mamak Desa Serosa dan juga saya sudah konfirmasi dengan ketua pemuda bahwa ketua pemuda pun hanya di desak untuk ikut aksi tersebut (rekaman digitalnya masih ada) dan masyarakat yang mereka maksud hanya segelintir orang saja ya jumlahnya hanya 10 sampai 15 orang saja. jumlah seluruhnya itu pun ada laporan warga terhadap saya jika anggota SPSI tidak hadir dalam aksi tersebut maka akan di sanksi, ini jelas tidak baik," beber Nopri

Nopri menegaskan, besok kantor desa akan dibuka, karna kalau sudah dibuka ia bersama perangkat akan membagikan BLT DD triwulan 3 (juli, agustus dan September) sebanyak 93 KPM.

"banyak masyarakat merasa terganggu oleh aksi oknum tersebut, ada masyarakat yang menumpang membuat surat ke kantor desa tanjung, kan kasihan kita," ungkap Nopri.

Jika mereka menghalangi kami membuka segel tersebut, kata Nopri, biar penegak hukum yang ambil tindakan karna sudah menghambat kegiatan di desa itu jelas melanggar hukum.

"Sudahlah, mari kita bangun desa ini dengan sebaiknya, langkah awal saya jelas 6 bulan menjabat Pj KADES, BUMDES yang 3 tahun tidur sekarang sudah dinikmati masyarakat, dengan harga jual sawit yang sangat tinggi. Sekali lagi ini hanya kepentingan pribadi. terimaksih," pungkas Nopri.

Editor : Eki Maidedi
Komentar Via Facebook :