Ini Alasan PLN

Cabut Subsidi 40.398 Pelanggan Listrik di Rohul

Cabut Subsidi 40.398 Pelanggan Listrik di Rohul

PASIRPANGARAIAN, RanahRiau.com - PT. PLN Rayon Pasir Pengaraian mendata ada sekira 40.398 pelanggan dari 48.381 pelanggan listrik subsidi yang masuk kriteria rumah tangga mampu, namun mereka masih pakai daya listrik 900 volt ampere (VA).

Manager PT. PLN Rayon Pasirpangaraian, David Sibarani, pencabutan subsidi listrik daya 900 VA merupakan pendataan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) hingga 31 Desember 2016 lalu.

"40.398 pelanggan pakai daya 900 VA akan dicabut subsidinya, karena mereka dinilai dari rumah tangga mampu," ujar David, Jumat (20/1/17).

Pria yang belum lama menjabat Manager PT. PLN Rayon Pasirpangaraian, pengganti dari Deni Irawan ini menambahkan dari 40.398 pelanggan rumah tangga yang masih pakai daya 900 VA, hanya 7.983 pelanggan saja yang berhak menerima subsidi dari pemerintah.

Ia mengungkapkan pelanggan pakai daya 900 VA dibagi dua jenis, yakni subsidi atau golongan R1, dan pelanggan tidak disubsidi atau golongan R1M yang dikategorikan mampu dan tidak mampu.

"Sedangkan untuk yang berdaya 450 VA masih kita subsidi," ungkap David.

Namun demikian, sambung David, PLN tetap memberi dispensasi bagi masyarakat yang merasa tidak mampu, yakni mengusulkan agar subsidi dari pemerintah tidak dicabut, tentunya harus mengikuti mekanisme, seperti melaporkan ke pemerintah desa atau pemerintah kelurahan untuk mengisi formulir penerimaan subsidi listrik tepat sasaran yang telah disediakan.

PLN Rayon Pasirpangaraian sendiri menyediakan formulir pengaduan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan subsidi listrik. Nantinya masyarakat harus melengkapi beberapa persyaratan.

"Terutama surat keterangan bahwa yang bersangkutan memang benar-benar tidak mampu. Surat dikeluarkan pihak pemerintahan desa setempat," katanya.

David menambahkan, nantinya data akan diverifikasi kembali oleh TNP2K, apakah pelanggan layak atau tidak masih mendapatkan subsidi dari pemerintah.

"Apabila diterima maka data pemohon akan dimasukan dalam kategori penerima subsidi (listrik)," ujar David dan mengakui pencabutan subsidi daya 900 VA akan dilakukan bertahap, dan akan diterapkan pada Juni 2017.***(zal) 




(Riauterkini.com)

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :