Pembangunan SMAN 9 Mandau Dikhawatirkan runtuh Akibat Kekosongan Daging Beton Balok
DURI, RANAHRIAU.COM - Dari data yang diterima, Pembangunan pekerjaan Konstruksi penambahan RKB SMAN 9 Mandau Bengkalis yang bersumber dari dana APBD Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan Riau dengan nilai Rp. 659. 331. 573, 00 untuk tiga ruang kelas lokal baru SMAN 9 Mandau sudah dimulai dengan pekerjaan pondasi.
Anehnya, dari alokasi dana sebesar itu, pewarta ranahriau.com menemukan kejanggalan dilapangan. Pasalnya, beton yang mestinya di isi dengan coran penuh ternyata terlihat retak.

Hal itu bisa terjadi diduga karena ada kekosongan daging beton semen coran pada balok pondasi yang berakibat terjadinya Segregasi atau pemisahan agregat kasar dari adukan akibat campuran yang kurang baik atau tidak mengikuti aturan adukan semen coran beton standart K1 sesuai yang tertera pada gambar bangunan tersebut.
Sementara itu, merujuk pada referensi mengenai Pondasi menyebutkan, "Pondasi adalah bagian vital dan salah satu yang paling penting dari sebuah bangunan, karena memang struktur paling bawah dari sebuah rumah ini berfungsi menahan beban bangunan. Jika pondasi tidak standar atau tidak stabil dan pondasinya asal-asalan, tidak sesuai aturan maka bangunan kurang kokoh dan stabil, terjadi pergerakan dasar bangunan yang mengakibatkan dinding pecah karena pondasi amblas. Yang paling fatal adalah apabila sampai terjadi keruntuhan bangunan akibat pondasi tidak mampu menahan beban diatasnya." Sumber Artikel Yang diterbitkam Arsitur Studio (2020).

Dari keterangan Pekerja disana berinisial J menyebutkan, pekerja tidak mengetahui secara pasti ukuran untuk besi pondasi tersebut, karena sudah dirangkai dan pekerja hanya melanjutkan saja.
"Kami tidak tau pasti berapa ukuran untuk besi tapak gajah tersebut, karena besi tapak gajah itu barang sudah jadi dan sudah di rangkai langsung di pekanbaru, kemudian baru di kirim ke Duri untuk pemasangannya," Sebut J, (31/8/2022) di lokasi.
Tidak sampai disitu, dari hasil konfirmasi dengan UPT Pendidikan SMAN 9 Mandau, Delfi mengatakan, pihaknya sudah meminta pekerjaan sesuai prosedur.
"Dari awal saya sudah menyampaikan agar di kerjakan supaya pembangunan ini harus dikerjakan sesuai dengan bestek yang sudah di tetapkan oleh pemerintah dalam tendernya," Sergahnya.
Namun, saat dikonfrontir dengan kepala tukang dengan inisial A dilokasi pembangunan SMA 9 Mandau, membeberkan kalau dirinya tidak pernah menghitung berapa jumlah batu kerikil dan pasir, mengenai sesuai bestek atau tidak dia juga tidak mengetahui pasti.
"Kami tidak pernah menghitung berapa jumlah batu kerikil dan pasir, yang kami masukkan ke dalam molen mesin adukan semen coran balok ini, yang pasti satu molen lah sebutnya," Singkatnya.
Menghimpun dari temuan dilapangan, secara terpisah, perwakilan CV. Alam Anugrah, Eko Alvin mengatakan, pihak kontraktor tetap beracuan pada standart bangunan. kendati ditemukan adanya kekosongan isi coran, Eko menjawab, itu bisa saja terjadi kesalahan pekerja (Human Error).
"Kalo kwalitas dan pekerjaan insya alloh kita kerjakan sesuai dengan peraturan standar bangunan indonesia, Jika ada yang terlihat seperti adanya pengecoran yang berlubang, sehingga terlihat besinya mungkin hanya human error dalam pekerjaan tukang saja. namun tidak mempengaruhi kekuatan struktur secara keseluruhan, Mengingat bangunan hanya satu lantai dan struktur yang sudah berlebih untuk perhitungan bangunan satu lantai." Terang Eko.
Eko menambahkan, informasi ini menjadi intropeksi bagi pihaknya.
"Mudah mudahan menjadi instropeksi kami, Ya kalo ada yg kurang kurang dikit maklum aja lah pak, namanya tukang dilapangan, kadang dah dibilang betul namun ada salah dikit juga." Tandasnya.
Usai Konfirmasi, Anehnya seluruh pesan yang disampaikan itu langsung di Hapus Eko.


Komentar Via Facebook :