KPH Disebut Punya Posisi Khusus di Kebun Sawit Pemda, Abriman : Silahkan Plt Bupati Buktikan

KPH Disebut Punya Posisi Khusus di Kebun Sawit Pemda, Abriman : Silahkan Plt Bupati Buktikan

Kepala UPT KPH Kuansing, Abriman

KUANSING, RANAHRIAU.COM - Polemik ratusan hektar kebun sawit Pemda Kuansing, yang ada di Desa Perhentian Sungkai Kecamatan Pucuk Rantau, kini semakin mencuat ke publik.

Pasalnya, Plt bupati Kuansing Drs H. Suhardiman Amby, dalam statement nya di media online menyebut dokumen Kebun tersebut telah dihilangkan, bahkan hasilnya selama 15 tahun tidak pernah masuk ke PAD, karena kebun dikuasai secara gelap atas nama Badan Usaha Milik Desa (BUM-Des).

"Semua dokumen sudah dihilangkan. Tapi, tenang aja. Kita bisa dapatkan," kata Suhardiman Amby kepada ranahriau.com Ahad (10/7/2022) siang, kemarin

Terkait kemana saja hasil kebun tersebut mengalir, Plt bupati Suhardiman Amby akan mengkoordinasikan hal ini dengan pihak kejaksaan. Karena, ia menduga Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kuansing, punya posisi khusus dalam persoalan ini.

"Uang itu mengalir kebanyak orang. Diduga Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kuansing, punya Posisi khusus," ujar Suhardiman Amby, menduga.

"Kita sedang dalami, mudah-mudahan pengelola dan mantan Kades mau buka mulut. Kita tunggu aja," cetus Suhardiman.

Dugaan Plt bupati Suhardiman Amby, bahwa Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kuansing, 'punya posisi khusus' pun langsung mendapat tanggapan dari Abriman, selaku kepala UPT KPH Kuansing, Ahad (10/7/2022) malam

Kepada ranahriau.com Abriman menyampaikan, niatnya bersama kawan-kawan dan pihak TNI waktu itu hanya untuk menyelamatkan Kebun Pemda, supaya terpelihara dan aman dari penjarahan ataupun diperjualbelikan setelah tidak diurus oleh Pemda.

"Niat saya dengan kawan-kawan dan TNI waktu itu hanya menyelamatkan kebun Pemda agar terpelihara dan aman dari penjarahan atau diperjualbelikan setelah tidak diurus Pemda. Dan itu diketahui oleh pak bupati Mursini dan Dandim Inhu bersama KPH," terang Abriman.

Abriman menegaskan, Kalau kebun tersebut tidak dijaga, entah seperti apa nasib kebun tu kemarin. "Alhamdulillah Sejak tahun 2020 hingga sekarang Kebun tersebut sudah bagus dan aman. Karena masih dijaga TNI sampai sekarang," kata Abriman.

Terkait dugaan Plt bupati kepada KPH yang katanya 'punya posisi khusus', Abriman mempersilahkan kepada Plt bupati untuk membuktikan dugaannya tersebut.

"Silahkan aja buktikan sama pak Plt bupati kalau saya ikut menikmati," ujar Abriman, menandaskan.

Hingga berita ini ditayangkan, ranahriau.com akan tetap berupaya untuk menggali informasi yang disampaikan kepala UPT KPH Kuansing, terkait adanya prajurit TNI yang ditugaskan di Kebun Pemda Kuansing tersebut.

Editor : Eki Maidedi
Komentar Via Facebook :