Inna lillahi wa Inna Ilaihi Rojiun, Imam Besar Masjid Arfaunnas UNRI kini pergi untuk Selamanya

Inna lillahi wa Inna Ilaihi Rojiun, Imam Besar Masjid Arfaunnas UNRI kini pergi untuk Selamanya

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- KABAR DUKA datang dari Riau, adalah Ust. Tajuddin Nur, Lc, MA pria yang pernah menjadi Imam Besar di Masjid Arfa'unnas Universitas Riau Berpulang kerahmatullah, info ini didapat dari broadcast di media sosial Whatsapp Grup yang tersebar, Selasa (07/06/2022).

Berikut beberapa pesan broadcast tentang berpulangnya ke Rahmatulah pria anak jati Indragiri Hilir ini;

Telah wafat adik kami ustadz H. TAJUDDINNUR Abdul Rasyid , Lc. pagi ini Selasa, 7 Zulqoidah 1443 (7 Juni 2022) di RS Syafira. Mohon maafkan silap salahnya, dan do’kan rahimahullah.Diselenggarakan hari ini juga اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ .
TGH. Syafruddin Saleh

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Innalillahi Wa’inna ilaihiroji’un, telah berpulang ke RAHMATULLAH Ustadz. H. Tajuddin Nur, Lc Al-Hafizh (Adik Kandung Bapak H.M.Wardan), semoga arwahnya diterima dan mendapat tempat yg mulia disisi Allah SWT, diterima segala amal ibadahnya, diampunkan segala dosanya, dihindarkan dari azab kubur, dilapangkan, diterangkan dan dijadikan kuburannya laksana Taman Syurga dan dimasukkan ke dalam Syurga Firdaus.
Aamiin Ya Robbal Alamin
Semoga keluarga yg ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan
Wasallam’mualakum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Almarhum Ust. Tajuddin Nur, Lc bin Abd. Rasyid bin Thahar anak keenam dari delapan bersaudara, dilahirkan di desa Pasar Kembang Kota Baru Seberida INHIL Riau pada hari Senin 14 November 1977 M. Ia dibesarkan di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Wathan yang didirikan oleh Tuan Guru Abdurrahman Ya’qub (kakek dari Tajuddin Nur). Sejak kecil ia sudah akrab dengan Al-Qur’an dan ilmu agama pada umur 9 tahun telah khatam Al-Qur’an dengan lancar, disamping itu ia terus menekuni ilmu-ilmu agama yang lain khususnya dalam ilmu fardhu’ain dan ilmu nahwu sharaf.

Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah hingga Sekolah MTs di Pesantren Nurul Wathan kemudian melanjutkan lagi sekolah Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Arrisalah di Selahung Jawa Timur selama 1 Tahun (1992). Setelah itu masuk pondok pesantren modern Darussalam Gontor di daerha Ponorogo Jawa Timur selama 4 tahun dan menjadi guru di sana selama 1 tahun disamping itu kuliah selama 1 tahun di cabang IAIN di kampus ISID (Institut Study Islam Darussalam) 1997.

Karena merasa masih kekurangan dalam hafadz Al-Qur’an akhirnya dengan kehendak Allah pindah lagi belajar ke Pondok Al-Mubarak Al-Islami Litahfizil Qur’an di daerha Tahtul Yaman JAMBI Sumatera. Lebih kurang 1 tahun setengah akrab dengan Al-Qur’an dan khatam. Dan juga setelah itu mengajar tahfizd Qur’an dan Bahasa Arab di Sekolah Darul Hikmah Ampang Malaysia, disamping itu pernah menjadi imam shalat tarawih di Masjid Taqwa di Taman Tun Dr. Ismail Malaysia dengan membaca 30 Juz selama bulan Ramadhan.

 5 Tahun lamanya mengajar di sekolah Darul Hikmah Ampang Malaysia disamping itu juga mengajar Al-Qur’an di Masjid-masjid di sana. ABIM (Angkatan Belia Islam Malaysia) selama 1 tahun (2002). MADIWA selama 3 tahun (2003-2005). Al-Azhar (Fakultas Syariah Islamiyyah) Cairo 1 Tahun (2006). Darul Ulum Universitas Cairo (Bahasa Arab) Mesir 2 Tahun (2006-2007).

Pria yang dikenal dengan suara khas dan merdu saat melantunkan ayat suci Al-Quran ini juga menjadi Imam Besar Masjid Arfaunnas Universitas Riau Pekanbaru selama bertahun-tahun, almarhum juga pernah menjadi Imam dan mengisi beberapa kajian di beberapa Masjid di Kota Pekanbaru dan daerah lain.

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :