Tolak tegas Statement SARA, Edwin Syarif ajak semua pihak buka ruang untuk Diskusi

Tolak tegas Statement SARA, Edwin Syarif ajak semua pihak buka ruang untuk Diskusi

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Wakil Ketua Dewan Penasehat Kerukunan Keluarga Sumatera Barat (KKSB) Riau yang juga bagian dari Tokoh Masyarakat Riau, Edwin Syarif sangat menyayangkan tentang adanya selebaran berisikan tuntutan massa aksi mengatasnamakan  Aliansi Masyarakat Melayu Riau (AMMR) yang diduga sangat bermuatan SARA, hal ini disampaikan oleh Edwin Syarif saat konfirmasi dengan media di Kantor DPD Bapera Riau, Jumat (03/06/2022).

Edwin mengatakan dalam Tuntutan Massa yang sudah banyak beredar di WAG ini, terdapat  poin yang dapat memicu konflik SARA, yaitu statement yang meminta kepada LAM Provinsi Riau untuk mengusir Iwan Pansa dan Anto Rahman dari bumi Melayu Riau karena mengeluarkan opini yang tidak beradab yaitu menjatuhkan Datuk Seri Setia Amanah Syamsuar yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Riau. "Mungkin maksudnya bagus dalam artian kata membela,  tapi yang saya perhatikan saat ini hal tersebut sudah berkembang kearah yang tidak terkendali", ujarnya.

Edwin yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Generasi Muda Pariaman ini mengatakan kalau mau kontra dipersilakan, tapi jangan sampai mengeluarkan kata-kata seperti mengusir, "Tidak seorangpun yang berhak mengusir orang manapun di NKRI ini, siapapun berhak untuk tinggal dimanapun di Indonesia, lebih terkhusus Riau yang sangat dikenal ramah dan bersahabat dengan etnis dan kelompok manapun", tegasnya.

Pria yang saat ini menjabat sebagai Ketua Harian  BAPERA Provinsi Riau mengatakan masyarakat sudah letih dengan adanya isu ini, lebih lanjut dia mengatakan semua ada jalurnya, harus membuka ruang, jangan bersikap tertutup sehingga dapat menimbulkan statement dan pernyataan diatas, "Tanah melayu ini sudah ada jauh sebelum berdirinya NKRI, utamakanlah sikap untuk diskusi dan musyawarah untuk menyelesaikan perbedaan pandangan seperti ini, jika hari ini ada yang bicara silakan, tapi semua ada jalurnya", tutupnya. 


 

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :