Waduh, Masih Bersegel Minuman KTV Room Kotor, Dinas Kesehatan Terkesan Cuek
Ditemukan sebuah produk air dalam kemasan 600 mililiter yang diduga diproduksi oleh Paragon KTV room Selatpanjang, Kabupaten Kepualauan Meranti, Riau, terdapat kotoran berupa butiran putih didalam botol.
MERANTI, RANAHRIAU.COM - Bermula adanya aduan dari salah satu pengunjung yang namanya tidak mau disebut, mengungkapkan kepada wartawan. Kamis (10/03/2022).
Kata dia, air dalam kemasan paragon KTV Room terdapat kotoran putih mengambang didalam botol, padahal masih bersegel.
Selanjutnya, untuk membuktikan kebenaran informasi tersebut, awak media pun meminta menunjukan air minum itu, Al hasil ternyata benar adanya ampas ampas putih (kotoran) didalam produk yang masih memiliki segel tersebut.
Dari hasil konfirmasi, Manager Paragon KTV, Rony membenarkan adanya informasi tersebut.
"Benar Informasi ini sudah banyak saya dengar, dari kalangan wartawan maupun kerabat saya, namun tidak ada satu pun yang datang dengan membawa minuman yang kotor pada saya," ujarnya, Rabu (09/03/22), di selat panjang.
Rony menyebut, Minuman botol ini dilakukan pengemasannya di pekanbaru dan sudah ada BPOMnya.
"Setelah produk itu sampai ke kami atau kegudang, memang Terkait pengecekan saya tidak terjun langsung ke gudang, akan tetapi pengecekan digudang sudah ada yang melakukan pengecekan, kami tak bisa sebutkan berapa kali minumannya masuk yang jelas itu privasi perusahaan kami," Bebernya.
Rony bahkan mengungkapkan, nama produk air dalam kemasan sudah berubah menjadi Ozoniri.
"Perubahan nama produk PARAGON menjadi OZONIRI tak ada kaitan dengan hal ini, bahkan owner kami pun belum tau informasi ini, karna yang punya wewenang merubah Nama Produk yaitu Owner kami," ungkapnya.
Rony berharap, narasumber yang menemukan botol minuman tersebut bisa menyampaikan langsung kepada dirinya, bahkan rony berjanji akan memberikan pergantian minuman yang lebih higienis.
"Saya siap menggantikan minuman itu, apakah salahnya menjumpai saya, saya orangnya welcome aja, kita maunya semua baik saja," tukasnya.
Anehnya, pihak manager meminta peristiwa ini agar tidak dinaikan dalam pemberitaan.
"Rata - rata kawan media semuanya berakhir di sini saja (Berakhir Di Meja Kopi/Red), jadi saya berharap bapak jangan di beritakan lah, saya siap bantu bapak," tutupnya sembari berusaha merayu wartawan.
Terpisah, Dinas kesehatan Kabupaten Kepualaun Meranti, Fahri saat di konfirmasi melalui Via Whatsap pribadinya menanggapi semua pertanyaan awak media ini terkesan acuh.
"Selama ini terkait pertanyaan bapak, saya tidak mengetahui ataupun terlaporkan (Terima laporan/Red)," Cetusnya singkat.


Komentar Via Facebook :