Warga Keluhkan Maraknya Pungli di Kantor Camat Tampan

Warga Keluhkan Maraknya Pungli di Kantor Camat Tampan

PEKANBARU, RanahRiau.com - Warga di kecamatan Tampan sangat kecewa dengan pelayanan yang diberikan oknum pegawai kecamatan dan kelurahan di Tampan kota Pekanbaru. Pasalnya seluruh layanan yang diberikan seluruhnya berbayar. Jika masyarakat tidak mau membayar mereka terkesan malas-malasan dan tidak acuh. 

"Padahah saya cuma mau melakukan perekaman KTP-el anak saya, tapi se telah hendak melakukan foto saya disuruh datang besok, tapi warga yang antri dibelakang saya dilayani. Setelah saya selidiki rupaya mereka membayar Rp 50.000. Padahal sudah jelas Walikota Pekanbaru menegaskan rekam KTP gratis," ungkap Hendri dengan sangat kesal kepada Riauteekini.com. 

Begitu kesalnya Hendri berharap kapada Presiden Indonesia, Joko Widodo untuk menindak pungutan liar yang marak terjadi diinstansi pemerintahan. Terutama di Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. 

"Padahal setiap bulan mereka sudah digaji oleh Pemerintah, tapi kenapa masih meminta bayaran untuk setiap layanan yang diberikan. Jadi mereka itu sama saja dengan perampok. Mengambil uang negara dan memakan uang masyarakat, " ungkapnya dengan nada tinggi. 

Hal senada juga diungkapkan Deni, dia sangat kecewa dengan kinerja aparatur di Pemerintahan khususnya dilayanan masyarakat, salah satunya adalah Camat Tampan yang bersikap arogan kepada masyarakat. 

"Camat Tampan itu arogan, saya cuma mengeluhkan kenapa pelayanan di kantor camat sangat lambat dan berbelit, dia tidak memberikan jawaban yang ramah dan sopan malah menantang dengan nada tinggi. " memengnya kenapa, mau lapor sama walikota lapor saja saya tidak takut, " ungkapnya. 

Kondisi seperti ini tampak dibiarkan oleh Pemerintah kota Pekanbaru karena pejabat hingga kini belum ada pejabat ataupun pegawai yang dipecat dengan tidak hormat akibat pungli. Jikapun ada itu hanyalah seorang tenaga harian lepas.

Sementara itu Camat Tampan Nur Hasmin saat dihubungi riauterkini untuk konfirmasi tak pernah mau mengangkat telephon genggamnya. 

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :