APBD Prov. Riau TA 2021

Dugaan Mark Up Dana Makan Minum SMK Pertanian, Pihak Terkait Buang Badan

Dugaan Mark Up Dana Makan Minum SMK Pertanian, Pihak Terkait Buang Badan

Ilustrasi (Net)

Anggaran Belanja Makan Minum yang diperuntukan Siswa SMK Pertanian pada tahun anggara (TA) 2021 bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau dengan nilai total Sebesar 6,5 Milyard Terindikasi Mark Up.

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM - Menelisik hal tersebut, Pejabat Penyelenggara Teknis Kegiatan (PPTK), Nila Resmita saat dikonfirmasi pewarta ranahriau.com mengatakan, untuk tahun anggaran 2021 di bulan Januari hingga Agustus tidak digunakan sama sekali, dengan alasan pandemi dan tidak ada pembelajaran tatap muka.

"Dari januari sampai agustus 2021 kita tidak mengambil sepeserpun, dikarenakan Pandemi dan anak anak  belajar online," Sebutnya saat dikonfirmasi, Senin (7/2/2022) melalui selular.

Ditambahkan lagi, Kata dia, Total anggaran tersebut diperuntukan bagi 445 siswa di sekolah kejuruan pertanian.

"Jumlah murid Sekolah menengah kejuruan Pertanian yang di tanggung dari anggaran APBD  ada 445 siswa." Singkatnya.

Meski dalam pengakuannya tidak digunakan, namun pada bulan September hingga November dan Desember dirinya menyebutkan menggunakan anggaran itu, kendati tidak secara keseluruhan.

"Mulai bulan September sampai dengan November baru kita ambil dan itupun tidak sampai 50 persen karena masih pembelajaran terbatas, Desember kita juga mengambilnya tidak sampai 50 Persen dan tidak full 1 bulan penuh karna  anak anak sudah tidak belajar lagi," Terang dia.

Anehnya, saat ditanyakan jumlah anggaran yang digunakan dari kegiatan belanja makan minum itu, Nila Resmita menjawab Tidak tahu, padahal sebelum itu dirinya menyebut menggunakan anggaran meski tidak 100 persen.

"Itu Saya tidak tau," Sebut Nila.

Bahkan dari wawancara terungkap, sebagai PPTK dirinya juga tidak mengetahui nama perusahaan yang memenangkan Tender, dan melemparkan jawaban kepada Orang yang bernama Gery.

Belakangan, diketahui Gery adalah PPK yang juga turut dalam pelaksanaan kegiatan belanja makan minum tersebut.

"Coba tanya sama pak Gery sebagai PPK," Ungkapnya.

Melihat ada kejanggalan, Wartawan ranahriau.com menelusuri lebih jauh dengan mengkonfirmasi Mantan Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Menengah Kejuruan Dinas Pendidikan Provinsi Riau Edi Rusmadinata.

Al hasil dari keterangan Edi, dirinya mengatakan, Kegiatan (Proyek) Belanja Makan minum untuk sekolah kejuruan Pertanian itu bukan dia yang memprogramkan.

Edi Berdalih, Kegiatan yang dimaksud adalah Program dari Kepala Bidang sebelumnya.

"Proses lelang  Proyek ini bukan masa saya , kami hanya meneruskan yang sudah ada," Kata Edi.

Selanjutnya, berdasar dari informasi di atas , Pewarta ranahriau.com mengkonfirmasi kepada kepala bidang sebelumnya Fahmizal yang saat ini menjabat kepala bidang (Kabid) Pendidikan khusus dan layanan khusus.

Melalui sambungan selular, Fahmizal mengucap, jika dirinya juga tidak mengetahui dan melempar jawaban dengan menyebut urusan itu adalah menjadi kewenangan Edi Rusmadinata.

"Oo itu bukan urusan saya, Itu urusan Edi Rusmadinata," Cetus Fahmizal.

Dari konfirmasi itu, Pewarta ranahriau.com Melihat Gelagat saling Melempar jawaban dari keduanya.

Tidak sampai disitu, dari penelusuran lanjutan, pihak SMK Pertanian melalui keterangan wakil kepala sekolah Abdul Fatah menukas, Sejak pandemi tahun 2021 para siswa diliburkan dan tidak ada aktifitas belajar tatap muka.

"Mulai pandemi anak anak di liburkan.
sekolah kosong, asrama kosong, semua belajar daring dari rumah masing masing," Tukasnya.

Dan Persoalan makan minum, Abdul Fatah Mengungkapkan, hanya 205 siswa yang berada di asrama saja menerima program tersebut.

"Anak anak di asrama ada 205 orang, itu yang di berikan makan pagi, siang dan malam," Ucap dia.

tidak hanya itu, ia pun membeberkan menu yang diterima para siswa tersebut.

Diuraikannya, Siswa menerima makan beragam, diantaranya ada kacang hijau, dan terkadang juga ada nasi. Pasalnya, Abdul fatah menegaskan pihak sekolah tidak menyediakan maupun mengelola, semua itu dari Dinas Pendidikan.

"Menunya Beragam, Kalau pagi kacang hijau, terkadang nasi, Kami hanya menerima dari dinas pendidikan, tidak ada pengelolaan makan minum siswa dari sekolah." Tandasnya.

 

 

Editor : RRMedia
Sumber : Milik Ranahriau.com
Komentar Via Facebook :