Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Paradigma baru tanpa meninggalkan Karakter Budaya Indonesia

Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Paradigma baru  tanpa meninggalkan Karakter Budaya Indonesia

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Dalam rangka membantu menjalan kan program pemerintah dalam bidang pendidikan  kejuruan secara nasional, PGRI gelar Seminar secara daring, Selasa (18/01/2022).

Seminar yang diikuti 69 peserta dari beberapa provinsi di Indonesia, melalui rapat Zoom ini mengambil tema "Paradigma baru yang harus di capai kedepan" dengan menghadirkan Narasumber Doktor Haji Kamsol , kepala Dinas pendidikan provinsi Riau.

Dalam paparannya Kamsol menyampaikan paradigma baru dalam artis  tanpa Meninggalkan Karakter Budaya Indonesia, "Paradigma baru, merupakan program pendidikan kejuruan sangat di butuhkan  kedepannya , karena di era abad Otomasi transpormasi digital saat ini, kita di tuntut untuk merubah segala macam perilaku kehidupan, mandiri dan profesional, Tanpa meninggalkan karakter karakter kita sebagai manusia, dan tanpa meninggalkan karakter kita Riau, sebagai pusat kemelayuan", paparnya.

Lebih lanjut Kamsol menjelaskan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang guru dalam mentransferkan ilmu pengetahuan kepada peserta didik. "Selain itu juga kita tidak bisa meninggalkan lingkungan sekitar kita, yang  harus masuk kepada ilmu pengetahuan teknologi, tanpa ilmu pengetahuan,  kita tidak bisa mengikuti perkembangan zaman dengan baik. Tiga pokok inilah yang harus dikuasai oleh guru guru kita untuk mentransferkan ilmu pengetahuan dan karakter kepada anak anak kita", jelasnya.

Kamsol juga menerangkan, Selain penguasaan dua karakter tadi yaitu karakter moral, dan karakter Akhlak, sedangkan karakter moral adalah karakter kinerja, karakter keuletan, dan karakter kejujuran, yang harus dimiliki. "Karena karakter yang membuat kita mampu bersaing dengan negara tetangga Kita, tanpa itu kita tidak akan mampu bersaing", ungkapnya.

Di tambahkannya lagi  "kita harus menyiapkan anak anak kita lebih konfresif lagi untuk guru itu,  guru guru harus mampu menyediakan kondisi terkini, mau tidak mau harus membangun karakter pribadi, Karena karakter anak turun dari karakter guru guru yang baik, menjadi karakter anak yang baik", sebutnya.

Oleh karena itu, Dia meminta untuk sama sama membangun dan  mengantisipasi  agar tidak ketinggalan dalam mengikuti era abad 21 ini, dengan tujuan, supaya bisa ikut menyesuaikan dengan perkembangan era teknologi terbaru tanpa meninggalkan karakter-karakter bangsa Indonesia,  yang berakhlak Budi pekerti yang baik, karakter kinerja, keuletan, dan jujur, serta Kerja keras.

"Peran guru sangat penting untuk memotivasi anak lebih   baik lagi secara mandiri, tanpa menghilangkan karakter budaya Indonesia yang berakhlak, sebagai contoh kita bisa lihat Negara Cina, yang sudah di bentuk sejak dini, mereka di paksakan untuk  hidup mandiri dan profesional, kerja keras, kerja ulet, dan jujur, dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang di tanamkan bagi mereka, untuk bisa  menciptakan teknologi  sesuai dengan ilmu pengetahuan yang mereka miliki, sehingga dapat berkembang, Kenapa ?  Karena karakter karakter  mereka   sudah di bentuk dan di persiapkan", ujarnya mengakhiri pemaparan.

 

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :