Perjalanan Motor tua jiwa muda Padalarang

Perjalanan Motor tua jiwa muda Padalarang

RANAHRIAU.COM- Hujan di bilangan Kota Baru Parahiyangan, Padalarang, Bandung Barat. Satu persatu teman berkumpul, Ramzi, Restu, Chandra, Genna, Rezqi, Rendy, Nirwan dan Saya. Kami berniat melakukan perjalanan bersama sama.

Hujan selesai jam 22.30 wib. Kami baru bisa bergegas. Persiapan seadanya, jas hujan, bekal makanringan, minuman, kompor spirtus, senter kami pisahkan di punggung kawan kawan seperjalanan. Kendaraan tua roda dua yang kami bawa, tak mengalahkan semangat muda yang ada pada kami. Rasa dingin sampai ke sumsum tak menyurutkan semangat kami. 
Target yang sama dengan mengunjungi daerah di ketinggian, Lembang, Jayagiri yang dikenal teduh dan sejuk sedari dulu. Mengingat nama Jayagiri saya teringat tembang lagu Abah Iwan Abdurrachman, Melati dari Jayagiri. Keindahan kenangan. Perlahan kami meniti menuju ketinggian. 

Dari Kota Baru belum ada setengah jam kami berkendara motor Rendy tahun 80-an mogok di tengah jalan. Restu mengembil inisiatif untuk mengistirahatkan motor tua itu. Kemudian Restu membonceng Rendy menuju Lembang.

Malam yang kami tembus teriring nikmat kebersamaan. Motor tua Ramzi yang tersengal ketika tanjakan dibantu Stut oleh Gena, nampak seperti raja jalanan menolong kawan. Tak terasa dua jam sudah kami bersenang senang dalam perjalanan.

Pukul 01.00 WIB kami tiba di pintu masuk Taman Wisata Alam Tangkuban Perahu. 
Kami semua satu kantor, di sela sela waktu inilah kami upayakan membunuh rasa bosan, karena rutinitas bekerja. Cerita di perjalanan menjadi bumbu penyedap kebersamaan kami. 

Malam yang makin dingin, hingga dini hari. Kami putuskan untuk turun dengan jalur awal yang kami lalui tadi. Tepat di muka jalan Sekolah Dasar kami sempatkan rehat menghangatkan tubuh, menikmati seruput kopi dan teh yang dimasak dari kompor spirtus. 

Kami saling bicara tukar cerita, ramuan dingin, kisah lucu, tawa ringan, mengisi waktu waktu kebersamaan kami.
Tak terasa waktu di ponsel menunjukkan 03.30 WIB. Kami menuju Padalarang, sebelum kantor Bupati Bandung Barat, Randy mengambil motor tua yang tadi diparkir karena mogok. 

Kami saling menutupi kelemahan masing masing, hingga kebersamaan makin terasa. Benarlah apa yang disampaikan bapak Pandu Dunia, bahwa bermain di luar ruang memberikan makna kejujuran buat kita. Satu sama lain mengalahkan egonya.

Fadlik Al Iman

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :