Komisi III DPR Resmi Bentuk Panja Karhutla

SP3 Polda Riau Dinilai Janggal

SP3 Polda Riau Dinilai Janggal

JAKARTA, RanahRiau.com - Ketua Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo menilai ada kejanggalan dengan Surat Perintah Pengehentian Penyidikan (SP3) Polda Riau. Guna menyelidiki SP3 tersebut pihaknya memutuskan untuk membentuk Panitia (Panja) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

 
"Kita sudah menggelar pertemuan dengan Kapolri Senin (5/09/2016) kemarin. Pada intinya kita menemukan keganjilan dalam SP3 itu. Maka kita putuskan untuk membentuk tim Panja," ungkap Bambang kepada GoRiau.com, (GoNews Group), Rabu (07/09/16) di Gedung DPR RI Senayan.

Tim Panja tersebut menurut politisi Golkar ini, dimaksudkan untuk menyelidiki kembali proses penegakan hukum karlahut di Riau, sampai dengan mengkaji ulang diterbitkannya SP3.

"Kapolri mengatakan, bahwa penghentian tersebut karena adanya kebakaran sebagian lahan yang diluar milik perusahaan. Bukan kita tidak percaya, namun kita tetap akan melakukan penyelidikan," ujarnya.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Benny K Harman menegaskan bahwa panja dibentuk untuk menyelidiki proses surat perintah penghentian penyidikan (SP3) keluar dari Polda Riau terhadap 15 perusahaan yang diduga telah membuka lahan pertanian dengan cara membakar hutan.

"Kalau hanya katanya dan katanya susah dong, makanya kita harus bentuk Panja itu," tukasnya.

Komisi hukum menilai ada yang janggal dari penerbitan SP3 tersebut. Sehingga perlu dilakukan penyelidikan lebih mendalam agar ketemu titik terangnya."Menurut kami ada kejanggalan. Ada hal yang tidak masuk di akal sehat. Jadi Komisi III merasa perlu melakukan penyelidikan secara spesifik atas diterbitkannya SP3," jelasnya.

Sementara terkait kasus SP3 Ini pihak Komisi III DPR juga berencana memanggil Kapolda Riau, Menteri LHK Siti Nurbaya. "Secepatnya kita akan jadwalkan pemanggilan," ujarnya.

Kabar yang diterima GoNews, siang ini Kapolri Toto Karnavian juga akan membahas soal SP3 ini bersama Menteri Siti Nurbaya di KemenLHK Jakarta.

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :