Tiga Bakal Calon Rektor UMRI Tidak Hadiri Diskusi, Senior AMM Merasa Tidak Dihargai

Tiga Bakal Calon Rektor UMRI Tidak Hadiri Diskusi, Senior AMM Merasa Tidak Dihargai

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM - Kegiatan Dialog Interaktif yang ditaja oleh Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Provinsi Riau pada Rabu (27/10/21) diapresiasi oleh banyak warga dan kader Muhammadiyah.

Kegiatan yang dihadiri oleh ratusan warga Muhammadiyah baik dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring) ini menjadi kegiatan yang pertama kali dilakukan oleh AMM dalam rangka pemilihan Rektor Universitas Muhammadiyah Riau yang akan berakhir di awal tahun 2022 ini. 

Menurut Firdaus, Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Provinsi Riau, kegiatan ini merupakan permintaan dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Riau. Output kegiatan ini diharapkan agar warga dan kader Muhammadiyah mengetahui visi dan misi bakal calon rektor yang akan berkontestasi pada pemilihan rektor nantinya. 

Seperti diketahui, bahwa ada tujuh bakal calon rektor yang sudah mendaftarkan diri dan siap berkontestasi, diantaranya Dr. Aidil Haris, S.Sos.,M.Si; Dr. Baidarus, MM.,M.Ag; Dr. Elviandri, SHi.,M.Hum; Dr. Jupendri, S.Sos., M.I.Kom; Dr. Bakaruddin, SE.,MM; Sri Fitria Ratnawati, S.Si.,MT; Yeri Badrun, S.Pi.,M.Si.

Tapi, ketidakhadiran 3 nama terakhir menuai kritikan dari beberapa senior AMM, diantaranya Jabarullah, yang merupakan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah periode 2010-2014.

"Saya memberi apresiasi yang setinggi-tingginya kepada AMM Riau karena telah melakukan kegiatan tersebut. Dan ini bisa jadi rujukan bagi senat, PWM dan PP Muhammadiyah untuk mengambil kebijakan dan menentukan pilihan terkait calon rektor yang akan dipilih," ungkapnya. 

"Namun sangat disayangkan, 3 calon rektor tidak hadir, baik secara daring ataupun luring. Sehingga kita berasumsi, bagaimana bisa bersinergi dengan persyarikatan kalau ternyata diundang untuk diskusi saja tidak hadir," tegas Jabar yang pernah menjadi anggota DPRD Provinsi Riau. 

Hal senada juga diungkapkan oleh Sutarmo yang pernah menjadi ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) periode 1990-1994. 

"Langkah yang diambil oleh AMM Riau khususnya Pemuda, menjadi momen yang bagus untuk kepemimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) khususnya UMRI kedepannya. Dalam rangka menjalin silaturahim dan membangun visi, terutama visi perkaderan. Karena UMRI bukan hanya Perguruan Tinggi tapi juga merupakan wadah perkaderan. Memang, sangat disayangkan jika calon nakhoda UMRI tidak bisa hadir pada pertemuan tersebut. Sebenarnya para kader Muhammadiyah Riau ingin berkenalan lebih lanjut terkait kompetensi dan hubungan internal dalam persyarikatan," jelas Sutarmo Ketua Majelis Pendidikan Kader PWM Riau. 

 

 

 

Editor : Muhammad Saleh
Sumber : Realese
Komentar Via Facebook :