Penyalahgunaan dana desa, Kades Baran Melintang jadi tersangka

Penyalahgunaan dana desa, Kades Baran Melintang jadi tersangka

SELATPANJANG, RANAHRIAU. COM- KADES Baran melintang ditetapkan jadi tersangka dalam kasus penyalahgunaan dana desa, hal ini dibenarkan oleh AKBP Andi Yul LTG SH SIK MH dalam konferensi pers pada selasa (19/10/2021).

Andi membenarkan adanya dugaan terhadap oknum kades dikepulauan meranti desa baran melintang telah melakukan penyewelangan dana desa tersebut.

"berdasarkan informasi dari masyarakat didapati adanya dugaan kurupsi terkait pengelolaan keuangan desa baran melintang T.A 2018 dengan total pagu anggara sebesar 1.597.769.000,- (satu milyar lima ratus sembilan puluh tujuh tujuh ratus enam puluh semilan ribu rupiah.)", ujarnya.

Dalam proses penyelidikan kemudian ditemukan adanya indikasi tindak pidana berupa : pembuatan nota , petanggung jawab didalam SPJ pengunaan dana desa  . penyusunan SPJ  Disusun oleh bendara (s) atas perintah dari kades (pk). dan pembuatan cap dibuat tanpa , izin sepengetahuan dari penyedia. dan nilainya dibuat disesuaikan dengan APDES desa baran melintang. Modusnya dengan belanja fiktif pemahalan harga dan tidak sesuai spesifikasi barang "" jelas Andi.

'' telah dilakukan audit dengan tujuan tertentu oleh inspektorat daerah kab kep meranti dan ditemukan adana potensi kerugian negara sebesar Rp. 204.967.407.(dua ratus empat juta sembilan ratus enam puluh tujuh ribu empat ratus tujuh rupiah)'' pungkas nya.

Pemeriksaan terhadap tersangka berlangsung selama 60 hari sejak laporan hasil audit diterima. Sehingga pada tanggal 18 maret 2021 penerbit laporan polisi guna proses penyelidikan lebih lanjut

Dalam proses penyelidikan dilakukan pemeriksaan terhadap saksi (pk dan s) selanjutnya ditetapkan sebagai tersangka kemudian dilakukan perhitungan kerugian keuangan negara oleh tim  INSPEKTORAT daerah kabupaten kepulauan Meranti ditemukan kerugian sebesar 204.967.407 (dua ratus empat juta sembilan ratus enam puluh tujuh ribu empat ratus tujuh rupiah) dan dilakukan ASSET RECOVERY terhadap tersangka yang mana uang tersebut digunakan untuk kepentingan sehari hari serta dibelikan sebidang tanah dengan surat keterangan ganti kerugian .

Kapolres menjelaskan Tersangka di jerat dengan pasal 2 ayat (1), pasal 3 undang undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang- undang R.I nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.1. Pidana penjara paling singkat 4 tahun paling lama 20         tahun serta. 2. Pidana denda paling sedikit Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) paling banyak 1.000.000.000, (1 milyar rupiah),"
(Zikri).

Editor : Abdul
Sumber : Humas Polres Meranti
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT :