Webinar Literasi Digital Kabupaten Rokan Hilir Beri Pencerahan tentang

Cerdas Dan Bijak Berinternet: Pilah Pilih Sebelum Sebar

Cerdas Dan Bijak Berinternet: Pilah Pilih Sebelum Sebar

ROKAN HILIR, RANAHRIAU.COM - Rangkaian webinar kiterasi digital di Kabupaten Rokan Hilir mulai bergulir. Pada Senin, 16-08-2021 pukul Sembilan pagi, telah dilangsungkan webinar bertajuk Cerdas Dan Bijak Berinternet: Pilah Pilih Sebelum Sebar.

Kegiatan massif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan Informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan  kognitif-nya untuk  mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet. 

Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen. 

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo Samuel Abrijani Pangerapan mengatakan Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah terkait literasi digital. "Hasil survei literasi digital yang kita lakukan bersama siberkreasi dan katadata pada 2020 menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital kita masih di bawah tingkatan baik," katanya lewat diskusi virtual. Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.

Pada webinar yang menyasar target segmen Pelajar dan Mahasiswa  dan sukses dihadiri ratusan peserta daring ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual, para narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, yakni Betty Epsilon Idroos, MSi, Komisioner KPU DKI Jakarta dan Alumni US ACYPL Program; Dionni Aditya Perdana, M.Ikom, Akademisi dan Penggiat Literasi Digital; Ilham Ramadhan, S.Kom, Guru SMA Negeri 1 Simpang Kanan; Andi Saputra, S.I.Kom Researcher at Insight Institute. Pegiat media sosial yang juga pelaku Moderator Debat Capres-Cawapres 2019, @tomrist, bertindak sebagai Key Opinion Leader (KOL) dan memberikan pengalamannya. Hadir pula selaku Keynote Speaker, Samuel A. Pangerapan Dirjen Aptika Kementerian Kominfo.

Pada sesi pertama, Betty Epsilon Idroos, MSi menjelaskan bahwa, tips dan trik agar cakap berinternet di dunia digital adalah kita harus ketahui manfaat dan dampak berinternet. Di internet kita juga dapat memperoleh informasi atau berita, internet dapat digunakan sebagai media komunikasi langsung atau tidak langsung, dan di internet kita juga dapat melakukan jual beli barang atau jasa melalui e-commerce.

Giliran pembicara kedua, Dionni Aditya Perdana, M.Ikom mengatakan bahwa, cara untuk mengamankan privacy di ruang digital adalah dengan memperhatikan perangkat yang di install, baca review sebelum install seperti identitas pembuat aplikasi, jumlah unduhan, rating, dan lain-lain. Pilih aplikasi yang tersertifikasi, membaca syarat dan ketentuan, dan perhatikan pengaturan “third-party access” atau “app permission”. Hindari penggunaan koneksi internet wireless (Wi-Fi) di sembarang tempat, cek ‘properties’ dan perhatikan tipe enkripsi (WEP, WPA dan WPA2). Dalam menggunakan kata sandi, kombinasikan huruf dan angka atau karakter, kata sandi yang beragam di masing-masing akun, ganti password secara berkala, tidak memberi tahu kata sandi tersebut ke sembarang orang.

Tampil sebagai pembicara ketiga yang seharusnya diisi oleh Ilham Ramadhan, S.Kom, tapi dia tidak terlihat bergabung dalam jaringan dari awal kegiatan ini berlangsung.

Pembicara keempat, Andi Saputra, S.I.Kom menegaskan bahwa, dalam membangun budaya digital yang sehat, maka diperlukan kesadaran, integritas atau kejujuran, kebajikan, dan tanggung jawab. Kita juga harus cerdas dalam menanggapi berita hoax dengan cara memperhatikan sumber berita, baca keseluruhan isi berita, cek keaslian foto dan video yang disebarkan, dan kritis serta cerdas dalam membaca berita. Maka, hati-hati dalam menyebarkan berita, dahulukan saring sebelum sharing.

@tomrist sebagai key opinion leader dalam webinar kali ini, menuturkan “Banyak sekali masyarakat yang terlalu partisan dalam menyebarkan berita seperti politik dan lainnya, dengan mudahnya mereka share tanpa melihat dampaknya. Jangan sampai kita terjebak karena memuaskan ego kita dengan asal berkomentar dan kemudian kita terjerumus. Kita harus saring sebelum sharing, jangan kemudian, report dengan cek dan melakukan pembanding. Lalu kita harus belajar dan meliterasi digital, catat yang penting ketika mengikuti literasi digital seperti hari ini. Ketahui peraturan hukum dan jangan sampai kemudian kita di blacklist seperti saat melamar pekerjaan.”

Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Afiatul Munawaroh, seorang pelajar, menanyakan langkah apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah atau membatasi diri agar tidak termakan berita hoax karena hal tersebut dapat berdampak sosial, ekonomi, politik, keamanan dan bisa mengancam keutuhan negara? Dan bagaimana pula cara menanamkan anak untuk kritis dalam berfikir karena tidak dapat dipungkiri anak sangat mudah sekali terprovokasi atau labil ketika menemukan berita hoax?

Dan dijawab oleh Betty Epsilon Idroos, MSi, berdasarkan pengalaman saya, orang tua saya sangat mudah mendapatkan berita hoax di Whatsapp. Jika ada judul yang provokatif maka kita harus waspada dan harus cek dahulu kebenarannya. Kedua, kita bisa mengecek ke alamat situs resmi apakah berita tersebut valid atau tidak. Berikutnya, cek alamat pengirim situs tersebut, banyak sekali yang claim bahwa berasal dari portal berita.

Webinar ini merupakan satu dari rangkaian 32 kali webinar yang diselenggarakan di Kabupaten Rokan Hilir. Masyarakat diharapkan dapat hadir pada webinar-webinar yang akan datang.

 

 

Editor : Muhammad Saleh
Sumber : Realese
Komentar Via Facebook :