Webinar Literasi Digital Kota Pekanbaru Beri Pencerahan tentang
Cerdas Bermedsos Generasi Milenial
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM - Rangkaian webinar literasi digital di Kota Pekanbaru mulai bergulir. Pada Selasa, 29-06-2021 pukul Dua siang, telah dilangsungkan webinar bertajuk Cerdas Bermedsos Generasi Milenial.
Kegiatan massif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif-nya untuk mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.
Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah terkait literasi digital. "Hasil survei literasi digital yang kita lakukan bersama siberkreasi dan katadata pada 2020 menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital kita masih di bawah tingkatan baik," katanya lewat diskusi virtual. Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.
Pada webinar yang menyasar target segmen Pelajar dan Mahasiswa dan sukses dihadiri ratusan peserta daring ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual, para Narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, yakni Reni Haerani, S.Kom, M.Kom, Dosen dan Praktisi Digital; (Cand) Doktor Astri Dwi Andriani, S.I.Kom., M.I.Kom, Dekan Fak. Komunikasi dan Penggiat Media Digital; Syahril, M.Kom, Wakil Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Muhammadiyah Riau; Hisam Setiawan, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau. Pegiat media sosial yang juga pelaku Co-Owner @nrhxnabilia, @mrsdelonika, Bertindak sebagai Key Opinion Leader (KOL) dan memberikan pengalamannya. Hadir pula selaku Keynote Speaker, Samuel A. Pangerapan Dirjen Aptika Kementerian Kominfo.
Pada Sesi pertama, Reni Haerani, S.Kom, M.Kom menjelaskan bahwa digital skill adalah kemampuan individu dalam mengetahui, memahami dan menggunakan perangkat keras. Berdasarkan penelitian, ada 2,7 miliar orang menggunakan media sosial.
Giliran pembicara kedua, (Cand) Doktor Astri Dwi Andriani, S.I.Kom., M.I.Kom mengatakan bahwa ada baiknya penggunaan media sosial yaitu sesuaikan minat, batasi penggunaanya jadwal dengan waktu dan durasi tertentu, gunakan waktu tunggu untuk melihat homepage.
Tampil sebagai pembicara ketiga, Syahril, M.Kom menjabarkan bahwa culture atau budaya berasal dari budi dan akal yang menghasilkan budaya. Fakta yang terjadi medsos itu meningkat tapi budaya kita menurun akibat banyaknya pengguna sosial media. Fakta yang kita lihat sehari hari yang saya lihat di masyarakat dalam kehidupan itu masalah agama dan budaya. Kita tanpa sadar dengan algoritma yang tinggi dari media sosial kita digiring untuk melupakan budaya-budaya kita
Pembicara keempat, Hisam Setiawan menegaskan bahwa data statistic di Indonesia, termasuk dalam jumlah populasi 274.9 million dan penggunaan internet 202,6 million lebih dari 70% masyarakat sudah menggunakan internet. Dan youtube tetap menjadi aplikasi terbanyak yang di gunakan oleh rakyat kita. Saat ini banyak rakyat milenial kita sudah terhubung dengan Internet untuk mendapatkan informasi.
@mrsdelonika sebagai key opinion leader dalam webinar kali ini, menuturkan karena di zaman medsos kita meningkat, betapa pentingnya kita juga harus menjaga akun medos kita agar kita tidak terbajak dan juga kita tidak menyebarkan berita-berita hoax. Kita harus menyaring dulu hal-hal di media sosial sebelum share kepada orang lain.
Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Arnolis, seorang pelajar, menanyakan bagaimana cara mengatasi cyber bullying dalam Media sosial?
Dan dijawab oleh Reni Haerani, S.Kom, M.Kom, jika ada yang mengejek kita bisa kita block atau hide saja, dan kita tidak perlu meladeni agar tidak terjadi perang digital.
Webinar ini merupakan satu dari rangkaian 60 kali webinar yang diselenggarakan di Kota Pekanbaru. Masyarakat diharapkan dapat hadir pada webinar-webinar yang akan datang.


Komentar Via Facebook :