Pemda Kuansing Miliki 3 Bangunan Megah yang Masih Makrak. Anggarannya Ratusan Miliar Rupiah

Pemda Kuansing Miliki 3 Bangunan Megah yang Masih Makrak. Anggarannya Ratusan Miliar Rupiah

Abdul Haris Arsyad Wakil Gubernur LSM Lira Provinsi Riau.

 

KUANSING, RANAHRIAU.com - Beberapa bulan terakhir, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) memang jadi sorotan Sejumlah kasus-kasus Korupsi yang ditangani kejaksaan negeri kuantan Singingi. Terutama kasus Mega Proyek Tiga Pilar.

Kasus yang menyeret nama mantan bupati, Mantan ketua DPRD atau Bupati saat ini, dan pejabat lainnya di lingkungan pemerintah daerah kuansing, masih dalam proses Kejari.

Menurut Abdul Haris Arsyad Wakil Gubernur LSM Lira Provinsi Riau, Ragam perlawanan terus digencarkan Sejumlah pihak di Kabupaten Kuansing terhadap Kejari Kuansing, agar kasusnya tidak naik ke pengadilan, mulai dari praperadilan hingga melapor kan Kepala Kejari Kuansing Hadiman ke Bidang Pengawasan Kejati Riau.

Oleh sebab itu, kata Haris, kami berharap kepada Kajari Kuansing Hadiman, SH., MH., jangan Gentar dan takut untuk Menuntaskan kasus ini walaupun banyak Perlawanan yang di lakukan elit politik.

"Masyarakat Kuansing menunggu Kinerja Kajari Kuansing agar permasalahan ini segera tuntas," tutur Haris

Kita Ketahui Bersama proyek tiga pilar sudah Lama Mangkrak Tapi Sampai hari ini Kejari Kuansing Belum juga menuntaskan Kasus Korupsi 3 Pilar yang Banyak menghabiskan Uang Negara.

LSM Lira (Lumbung Informasi Rakyat) Provinsi Riau Meminta Agar Kejari Kuansing Serius untuk Mengusut Tuntas Agar masyarakat Kuansing tau siapa sebenarnya dalang Utama dari kasus Proyek 3 Pilar ini.

"Seharusnya bangunan Tiga Pilar sudah bisa di Nikmati Masyakarat Kuansing, tapi nyatanya sampai Hari ini belum bisa di Pakai. Padahal, telah menelan ratusan miliar rupiah APBD Kuansing, untuk Mega Proyek 3 Pilar di Masa Kepemimpinan Bupati  Sukarmis itu," Ujar Abdul Haris Arsyad Wakil Gubernur LSM Lira Provinsi Riau.

Abdul Haris Arsyad Juga Mengatakan Proyek 3 Pilar seperti Pasar Tradisional Berbasis Modern, Universitas Kuantan Singingi (UNIKS) dan hotel Kuansing mangkrak sejak dikerjakan 2014 lalu.

Adapun anggaran Pasar Tradisional Berbasis Modern itu mencapai RP 44 Miliar dan dalam pembangunannya dilaksanakan PT Guna Karya Nusantara.

Sedangkan untuk kampus UNIKS dan Hotel Kuansing masing-masing anggarannya Rp 51 Miliar dan Rp 41 Miliar.

Kendati begitu, Proyek mangkrak itu sempat dianggarkan lagi untuk biaya penambahan pada tahun 2015 masing-masing Rp 5 Miliar untuk pasar, Rp 8 Miliar untuk Hotel Kuansing dan Rp 23 Miliar untuk UNIKS.

LSM Lira Provinsi Riau di Bawah Pimpinan Gubernur Lira Boma Harmen, SE. Akan terus mengawal dan mendesak agar kasus Korupsi di Kabupaten Kuantan Singingi dapat di Usut Sampai Keakarnya.

Karena, LSM Lira adalah LSM Anti Korupsi Banyak Kasus-kasus Besar yang telah di Bongkar LSM Lira Salah satunya Kasus Korupsi Dinasti Politik yang di lakukan  oleh Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari bersama Suami Hasan Aminuddin, dan masih banyak lagi Kasus korupsi yang Telah di bongkar.

"Kami akan Terus berkordinasi dengan Pihak kejaksaan Dan Juga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pusat agar Kasus Korupsi 3 Pilar yang sudah mangkrak Lebih  dari 6 tahun itu bisa di tuntaskan Sampai tuntas" Ujar Haris.

Editor : Eki Maidedi
Komentar Via Facebook :