Sebanyak 1000 perwakilan dari berbagai Elemen se riau akan ditempa menjadi Relawan Covid

Sebanyak 1000 perwakilan dari berbagai Elemen se riau akan ditempa menjadi Relawan Covid

Dalam pelatihan ini Seluruh relawan akan mendapatkan lima materi pelatihan yang terdiri dari pencegahan, penyebaran dan kebijakan 3M atau memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Relawan juga akan mendapatkan materi gerakan 3T atau tracing, treatment, dan testing. Lalu, materi seputar relawan dan kerelawanan. 

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- ''Keterlibatan dan sinergi semua pihak memiliki peran yang signifikan dalam mengendalikan pandemi Covid-19. Oleh karena itu para relawan Covid-19 dapat memberikan sosialisasi, edukasi, serta pengembangan penanganan dan pencegahan pandemi berdasarkan konteks lokal Riau. hal ini disampaikan oleh Gubernur Riau, Syamsuar, saat membuka acara “Penggalangan dan Peningkatan Kapasitas 1.000 Relawan Covid-19 Wilayah Pekanbaru” yang diadakan Bidang Koordinasi Relawan (BKR) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di Hotel Pangeran Pekanbaru, Senin (13/7/2021). 

“Jika hal tersebut bisa terealisasikan, maka dapat diyakini bahwa tingkat paparan Covid-19 di masyarakat akan menurun secara signifikan,”ujarnya.

Menurut informasi yang diperoleh, sebanyak 1.000 relawan akan mengikuti kegiatan tersebut merupakan perwakilan relawan dari berbagai daerah, instansi pemerintahan, dan organisasi kemasyarakatan mitra kebencanaan di sekitar Provinsi Riau.

Seluruh relawan akan mendapatkan lima materi pelatihan yang terdiri dari pencegahan, penyebaran dan kebijakan 3M atau memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Relawan juga akan mendapatkan materi gerakan 3T atau tracing, treatment, dan testing. Lalu, materi seputar relawan dan kerelawanan. 

Ada pula materi teknik berkomunikasi efektif, dan penggunaan instrumen monitoring relawan Bersatu Lawan Covid (BLC). “Saya harap, setelah mengikuti kegiatan ini para relawan semakin yakin menjadi garda terdepan dengan turun di tiap titik lapisan masyarakat memberikan sosialisasi dan edukasi terkait pentingnya penerapan protokol kesehatan 3M,” ujar Syamsuar. Dia menyebutkan, peran relawan yang mengedukasi dan mendorong penggunaan masker dalam aktivitas sehari-hari akan menjadi salah satu ujung tombak utama bagi penurunan angka Covid-19 di Tanah Air. 

Terkait perkembangan Covid-19 di Riau, Syamsuar mengatakan, beberapa data terkait penanganan Covid-19 menunjukkan penurunan. Ia bahkan mengatakan, dari tingkat bed occupation rate (BOR) rumah sakit (rs) maupun ketersediaan oksigen, Provinsi Riau jauh lebih siap dibandingkan provinsi lainnya.  “Bahkan saat ini, Riau sudah memiliki rumah oksigen yang dapat mengantisipasi keadaan jika terjadi hal-hal emergency,” ungkap Gubernur Riau ini. Adapun, kegiatan “Penggalangan dan Peningkatan Kapasitas 1.000 Relawan Covid-19 Wilayah Pekanbaru” digelar selama lima hari, yakni Sabtu-Jumat, 11-17 September 2021. 

Ketua Sub-bidang Pelatihan BKR Satgas Covid-19 Prasetyo Nurhardjanto menjelaskan, pelatihan ini merupakan rangkaian kegiatan yang dimulai dari Pelatihan Supervisi Lokal (Minggu, 11/7/2021), Praktik Mengajar Fasilitator (Senin,12/7/2021). Baca juga: Satgas Minta Gubernur Advokasi Kebutuhan Vaksin Covid-19 di Daerah Dalam jangka waktu lima hari tersebut, setiap harinya akan dilakukan sesi pelatihan yang dibagi dalam empat kelas dengan jumlah peserta 25 orang dalam tiap kelasnya. 

“Jadi total peserta program pelatihan relawan berjumlah 1000 orang dengan 200 relawan yang mengikuti pelatihan tiap harinya,” jelasnya. Pada kesempatan ini, Prasetyo berpesan kepada para relawan agar mengikuti pelatihan dengan baik dan menularkannya kepada anggota keluarga serta masyarakat di lingkungan masing-masing. 

Dia berharap, pelatihan ini benar-benar membentuk 1.000 orang yang akan menjadi agen perubahan perilaku dan membawa inspirasi serta harapan dalam penanganan Covid-19 di wilayah Pekanbaru. Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Muda Direktorat Kesiapsiagaan Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB) Hadi Sutrisno menyampaikan, antisipasi dan penanggulangan bencana di Indonesia, termasuk Covid-19, perlu melibatkan seluruh pihak melalui penerapan sinergi pentahelix. 

“Maka dari itu, seluruh jajaran pemerintah daerah harus memahami konsep ini, yaitu sinergi pentahelix sebagai bentuk kolaborasi bersama yang terdiri dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, media masa, dan seluruh lapisan masyarakat,” tuturnya. Turut hadir dalam pelatihan tersebut, Sekretaris Satgas Covid-19 Provinsi Riau Jenri Salmon Ginting, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Kepala BPBD Kota Pekanbaru, Kepala BPBD Kabupaten Kampar, Perwakilan Kepala Kepolisian Daerah Riau, Perwakilan Komando Resor Militer 031 Wira Bima, Kepala Kepolisian Resor Kota Pekanbaru dan undangan lainnya.

Editor : Abdul
Sumber : kompas.com
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT :