Harga Buncis Tembus Rp25.000/Kg di Pekanbaru

Harga Buncis Tembus Rp25.000/Kg di Pekanbaru

PEKANBARU, RanahRiau.com - Harga sayur buncis di sejumlah pasar tradisional Pekanbaru mengalami kenaikan yang signifikan menembus Rp25.000/kg dua hari menjelang Idul Fitri 1437 Hijriah.
 
"Luar biasa buncis naik dari Rp6.000/kg menjadi Rp25.000/kg," kata Ani (35 th) seorang warga di Pekanbaru, Senin.

Ani mengaku terpaksa mengurungkan niatnya untuk membeli buncis sebagai bahan membuat sayur lontong.

"Terpaksa diganti sama sayur lain, kacang panjang dan japan," katanya.

Wati warga Jalan Durian (30 th) juga mengeluhkan mahalnya bahan sayuran pembuat lontong lebaran.

"Wortel juga mahal tadi saya tawar Rp18.000/kg, biasanya Rp12.000/kg," kata Wati.

Bukan cuma itu harga kentang juga ikut melambung mencapai Rp16.000/kg naik dari sebelumnya Rp12.000/kg.

"Sayur lontongnya pakai buah nangka muda saja/gori aja," sebut dia lagi mencari solusi.

Karena menurut Wati kalau buncis saja sudah mahal, ditambah bumbu lainnya seperti cabai, santan kelapa pasti juga naik. Maka anggaran untuk buat lontong sayur tidak cukup.

Untuk itu dirinya harus pintar-pintas menyikapi supaya keluarganya tetap bisa menikmati lontong sayur saat lebaran.

"Kami kaum ibu harus pandai-pandai biar cukup," tegasnya.

Membuat lontong/ketupat sayur saat perayaan Idul Fitri jadi tradisi.

Beberapa wilayah yang ditumbuhi pakis bahkan mencoba mengkombinasikan sayuran dari tumbuhan lahan gambut tersebut sebagai sayur lontong.

Biasanya akan lebih nikmat jika disajikan dengan opor ayam kampung dan kerupuk emping.

Pantauan antara di lapangan sayuran buncis dan wortel serta lainnya merupakan tanaman dataran tinggi. Untuk Pekanbaru pasokannya didatangkan dari Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

Dua hari menjelang lebaran pasokannya berkurang di pasaran Pekanbaru. Karena para petani di sentra penghasil sudah mulai libur dan tidak panen sayuran sejak Jumat kemaren. Sementara sayuran lokal seperti bayam, kangkung dan sawi masih normal dan pasokannya berlimpah. (Ant)

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :