Berikan Sanksi dan Penyegelan Kepada PT. SIPP, Amir : Terima Kasih Bupati Bengkalis

Berikan Sanksi dan Penyegelan Kepada PT. SIPP, Amir : Terima Kasih Bupati Bengkalis

DURI, RANAHRIAU.COM - Seperti yang telah di beritakan dan viral di medsos oleh beberapa media online, bahwa Pemerintah Bengkalis (Pemkab) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bidang PPKLH telah menyegel pabrik PKS PT. Sawit Inti Prima Perkasa (SIPP) di Duri pada hari Kamis yang lalu.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum LSM Komunitas Peduli Hukum dan Penyelamatan Lingkungan (KPH-PL) Amir Muthalib sangat mengapresiasi kepada Bupati Bengkalis, yang telah merespon keluhan masyarakat, dengan menindaklanjuti laporan pengaduan KPH-PL menyangkut pencemaran Lingkungan yang di duga lakukan oleh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. SIPP di Duri.

Diketahui, memang beberapa bulan yang lalu LSM KPH-PL sudah melaporkan pencemaran lingkungan kepada Menteri Lingkungan Hidup  Republik Indonesia. 

"Atas itulah, barulah Bupati Bengkalis memiliki dasar Hukum dan menindaklanjuti sesuai surat Nomor : S.605/PPSA/PP/GKM.0/4/2021 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan," ujar Amir Muthalib, Jumat (16/7/2021).

Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, atas jawabannya kepada Ketua Umum KPH-PL.

Dan jika merujuk kepada poin ketiga dalam surat tersebut, yang memerintahkan Bupati Bengkalis untuk memproses hukum Pabrik PKS PT. SIPP Duri ini, atas dugaan pencemaran lingkungan dan tidak memiliki izin limbah B3 yang sudah di wajibkan oleh Pemerintah atas perusahaan tersebut.

Namun begitu, lanjut Amir, pihak LSM KPH-PL sangat berterimah atas kepeduliannya Bupati Bengkalis terhadap penyelamatan lingkungan. 

"Kita patut apresiasi Bupati Bengkalis dengan gagah berani mengambil langkah hukumnya. Walaupun begitu banyak kendala dan rintangan dilapangan yang di alamai oleh petugas dan dinas terkait, dalam eksekusi penutupan pabrik yang merasa kebal hukum tersebut," cetus Amir Muthalib sebagai Ketua Umum LSM KPH - PL.

Editor : Eriz
Komentar Via Facebook :