Sampah Rusak Citra Pekanbaru

Pemko Diminta Jangan Malu Minta Bantuan

Pemko Diminta Jangan Malu Minta Bantuan

PEKANBARU,RanahRiau.com - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menyebutkan krisis sampah yang tengah dialami wilayah setempat merusak citra Kota Pekanbaru yang selama ini dikenal akan kebersihannya.
         
"Ya selama ini kan Kota Pekanbaru dikenal bersih, tahunya sudah seperti ini (dengan adanya sampah)," kata Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman usai acara Musayawarah Rencana Pembangungan (Musrembang) Provinsi Riau di Hotel Arya Duta Pekanbaru, Rabu.
          
Peryataan tersebut dilontarkan Andi Rachman (sapaan akrab gubri), saat media menanyakan terkait Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto yang mendapat laporan masyarakat mengenai tumpukan sampah saat kunjunganya ke pasar bawah Kota Pekanbaru Selasa (21/6) lalu.
         
"Kunjungan beliau ke Pasar Bawah lihat harga bahan pokok dipasar, terus ada masyarakat yang melaporkan terkait sampah, beliau ingin tahu lokasinya kebetulan di sekitaran pasar bawah," sebutnya.
          
Ia mengaku tengah menyelesaikan krisis yang terjadi dengan menugaskan pihak terkait untuk menuntaskan permasalahan sampah yang sudah hampir satu bulan mengundang keresahan warga Kota Pekanbaru.
         
"Pak Sekda kota berjanji beberapa hari ini akan selesai, mudah-mudahan lah, ini lagi berusaha secepatnya," ujarnya.
         
Hadir ditempat yang sama, usai Acara Musrembang Provinsi Riau Ketua Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau, Masnur menyoroti bahwa Gubernur Riau sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah harus lebih ikut andil dalam mencari solusi persoalan itu.
         
"Karena provinsi mewakili pemerintahan pusat di daerah, jadi apa yang terjadi di daerah tersebut bahkan sekecil apapun masalahnya  diibaratkan  jarum yang patah saja itu wajib diketahui," ujar Masnur
    
Dikatakannya, krisis sampah yang tidak kunjung selesai mencoreng citra ibu kota provinsi yang berjuluk Bumi Lancang Kuning itu, karena sebelumnya Kota Pekanbaru pernah menerima penghargaan sebagai kota terbesih.
         
"Kini malah dimana-mana sampah tertumpuk," ujarnya.
         
Sedangkan Komisi E yang cakupan kerjanya juga tentang kebersihan, kata dia, berencana akan memanggil pihak-pihak terkait untuk mencari titik terang dari persoalan itu.
         
"Kemarin dari Komisi E ingin memanggil pihak terkait karena kan ini posisi kami tentang kebersihan, kesehatan , namun ini masih rencana kami," sebutnya.
         
Namun begitu, kata dia, pemerintahan daerah juga harus membuka diri, jangan merasa malu jika memerlukan bantuan.
         
"Pemda itu membuka diri lah, jangan sungkan untuk meminta bantuan, jika tidak bisa ditanggulangin lagi," katanya pula. (Ant) 

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :