Utamakan Prokes, Tradisi Festival Lampu Colok Bengkalis Tetap Ada Penilaian
BENGKALIS, RANAHRIAU.COM - Festival lampu colok di malam 27 likur pada bulan ramadhan 1442 H/2021 M sebagai tradisi turun tumurun masyarakat Bengkalis tanpa adanya pembukaan seperti tahun-tahun yang lalu sebelum dimasa pandemi Covid-19, Sabtu malam (8/5/2021).
Kadis Disparbudpora Bengkalis melalui Kabid kebudayaan Khairani, menyampaikan, pada tahun 2021 ini tidak ada acara pembukaan serimonial. Namun festival budaya lampu colok tetap dilaksanakan, karena merupakan even tahunan untuk melestarikan kebudayaan dan tradisi turun tumurun ini agar jangan sampai punah.
"Festival lampu colok dibuat dalam berbagai bentuk dan corak yang menyerupai Masjid dan lainnya. Sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang untuk melihat keunikan dari api colok yang telah dibentuk oleh arsitek (perancang) oleh berbagai kelompok masyarakat yang notabanenya dari pemuda tempatan," kata Khairani.
Lanjutnya, menara lampu colok ini berbentuk tulisan kaligrafi atau asma Allah dan berbagai bentuk lainnya yang lazimnya bernuansa Islam.
Dikesempatan ini, festival lampu colok yang terbuat dari kaleng bekas ini tetap adanya penilaian seperti biasa.
"Bagi masyarakat, kami menghimbau yang melihat miniatur lampu colok di Desa Simpang Ayam, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, agar tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) yakni, memakai masker, jaga jarak dan hindari kerumunan," pungkasnya.


Komentar Via Facebook :