Menteri Suharso : Lindungi Ekosistem Danau Maninjau

Menteri Suharso : Lindungi Ekosistem Danau Maninjau

SUMBAR, RANAHRIAU.COM - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional menegaskan bahwa masyarakat Kabupaten Agam Sumatra Barat, agar tetap menjaga ekosistem danau Maninjau.

Hal tersebut ia sampaikan dalam jumpa pers usai kunjungan kerja (Kunker), Kamis, (8/4/2021).

“Saya minta, karena ini akan menjadi aset warisan dunia, diakui secara internasional dan menjadi kebanggaan masyarakat Agam, saya dorong masyarakat untuk melindunginya,” kata Menkeu.

Menteri menjelaskan, salah satu cara untuk melindunginya dengan tidak mencemari danau, dan kegiatan keramba harus dihindari dari cara-cara yang mengancam keberadaan Danau Maninjau.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Indonesia, mencatat danau Maninjau merupakan salah satu dari 15 danau prioritas nasional yang memiliki potensi ekonomi strategis nasional.

Keberadaan PLTA danau Maninjau sejak tahun 1983 telah memberikan manfaat listrik yang besar yang menjadi interkoneksi antara Sumatera Barat, Riau, Jambi, Palembang dan Lampung.

Namun, Menkeu menyayangkan kondisi danau yang lama kelamaan mengalami pendangkalan.

"Tadi saya dengar, awalnya kedalamannya 165 meter, sekarang ada pendangkalan hingga 100 meter. Dalam 100 tahun kedepan kita tidak tahu akan semakin dangkal. Itu sangat disayangkan," kata Menkeu.

Menteri juga mengimbau kegiatan keramba tidak menggunakan pukat-hela (trawl) udang anorganik.

"Maka dari itu, masyarakat harus segera disadarkan kepada mereka yang aktif di kandang agar tidak menggunakan pukat-hela (trawl) udang anorganik berupa antibiotik agar populasinya cepat tetapi tidak sehat," kata Menkeu.

Oleh karena itu, Menteri mengajak tokoh lingkungan, masyarakat, pers dan semua pihak untuk mengedukasi masyarakat untuk menjaga kelestarian danau Maninjau.
 

Editor : Eriz
Sumber : rilis
Komentar Via Facebook :