KAMMI Komisariat Rengat sukses gelar Acara temu Tokoh Nasional Kebangsaan

KAMMI Komisariat Rengat sukses gelar Acara temu Tokoh Nasional Kebangsaan

PEMATANG REBA, RANAHRIAU.COM- Pengurus Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Rengat  menggelar  seminar Temu Tokoh Nasional Kebangsaan dengan  Pembicara Wakil Ketua MPR RI Dr. Hidayat Nur Wahid MA di Wisma Happy Pematang Reba Indragiri Hulu, Ahad (3/04/2021).

Temu Tokoh Nasional ini turut dihadiri juga oleh Anggota MPR RI Fraksi PKS Bapak Syahrul Aidi Mazaat Lc, MA Plt. Kepala Kesbangpol Indragiri Hulu Fitri Susanti dan Para Jajaran Pengurus KAMMI Wilayah Riau.

R Vera Armita dalam Sambutannya berharap semua pihak dapat bahu membahu untuk menjayakan Indonesia 2045.

"KAMMI di Indragiri Hulu siap menjadi Mitra Sinergis dan Mitra Kritis bagi pemerintah, KAMMI juga siap menjadi wadah aspirasi masyarakat Inhu pada khususnya. ujar Vera dengan semangat.

Menanggapi apa yang disampaikan Ketua KAMMI Komisariat Rengat, Fitri dalam sambutanya tak kalah semangat pula, sebagai anak-anak muda yang memiliki jiwa nalar kritis yang tinggi, KAMMI Indragiri Hulu juga harus siap membuat perubahan besar, kami siap menjadi mitra, tutur Ibu Fitri.

Sementara itu dalam penyampaian materinya, Wakil Ketua MPR RI Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid MA, menegaskan, Yang Dipertuan Besar Syarif Kasim Abdul Jalil Saifuddin atau Sultan Syarif Kasim II Raja ke-12 Kesultanan Siak, memiliki tempat tersendiri di hati bangsa Indonesia. Berkat perjuangan dan pengorbanannya, proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, makin bermakna.

Pasalnya beberapa bulan setelah Proklamasi, Sultan Syarif Kasim II berkirim kabar kepada Bung Karno. Saat itu Sultan Syarif Kasim II menyatakan diri bahwa kesultanan yang dipimpinnya siap bergabung bersama NKRI.

Ia juga merelakan wilayah kerajaannya menjadi bagian dari Negara Kesatuan Rebupblik Indonesia. Bahkan Sultan Syarif Kasim juga menyerahkan mahkota kerajaan yang berhias batu permata. Serta menyumbang dana sebesar 13 juta Golden setara dengan Rp 1 triliun untuk pemerintah Indonesia. Tak hanya itu, ia juga mengajak raja-raja di Sumatera Timur untuk mendukung NKRI.

"Sebelum proklamasi, Sultan Syarif dikenal sebagai pendukung kemerdekaan. Ia kerap membantu para pejuang. Ia juga membangun masyarakatnya melalui pendidikan. Pada 1917 Sultan Syarif mendirikan madrasah Taufiqiyah Al Hasyimiah. Kemudian pada 1926 beliau juga mendirikan sekolah khusus untuk perempuan," kata Hidayat.

Di Sesi Akhir materi di tutup oleh Syahrul Aidi Lc. MA dengan tema Membangkitkan Kemandirian Ekonomi berbasis Desa yang di moderatori oleh Dedy Prianto S.Pd.

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :