TBM Insani Taja Pelatihan Pembuatan Keset Bagi Warga Binaan Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan
Kuantan Singingi, RANAHRIAU.COM - TBM Insani dan Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan bekerja sama dalam giat pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang ada di Lapas tersebut. Kegiatan pembinaan kemandirian tersebut dilaksanakan selama sepekan sejak Senin 29 Maret 2021 s.d 03 April 2021 berupa pelatihan pembuatan keset dari kain perca.
Penyelenggaraan kegiatan pelatihan kemandirian ini adalah pihak Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan dengan peserta pelatihan berjumlah 30 orang, 6 di antaranya adalah WBP wanita dan sisanya adalah laki-laki. Kegiatan ini diadakan di Aula Lapas Teluk Kuantan dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.
"Hasil ketrampilan yang dihasilkan oleh WBP ini akan dibantu pemasarannya oleh pihak TBM Insani dan kita (pihak lapas) akan bekerjasama dengan toko-toko yang menjual hasil ketrampilan yang ada di kota kabupaten, Teluk Kuantan karena tujuan dari pembinaan ini memang untuk menguatkan kemandirian jiwa UMKM, WBP." Jelas Yasir Arafat selaku Kasi Bibadik dan Giatja Sekaligus instruktur pelaksana kegiatan
Beliau juga menjelaskan bahwa kerjasama Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan dengan TBM Insani bermula dengan MOU Asimilasi WBP dan kegiatan pelatihan kemandirian ini adalah MOU lanjutan dan semoga akan terus berlanjut untuk kegiatan pembinaan kemandirian dengan sub tema yang lain.
Menurut Viola Marsha perpustakaan itu tidak hanya bicara tentang koleksi buku, membaca dan sebuah akreditasi. Namun dengan program tranformasi berbasis inklusi sosial, kita bisa menjalankan dasar dari gerakan literasi yaitu literasi pinansial.
"Kami dari pihak TBM Insani sangat senang bisa bermitra dengan lapas kelas IIB Teluk Kuantan karena membuka jalan agar sinergi literasi dapat kami pantulkan meski dari dalam lembaga pemasyarakatan ini, adanya pelatihan kemandirian pembuatan keset dari kain perca bisa memotivasi dan menguatkan jiwa UMKM pada masing-masing WBP." Lanjutnya
Dalam kegiatan ini WBP dipandu oleh relawan TBM Insani Yeni Tesyawati, Dewi Susi Rosanti dan Siti Sudarfiyah. Antusias para WBP menjadi semangat untuk terus menghadirkan berbagai kegiatan sebagai bekal dimasyarakat nantinya sehingga memberi stigma positif dan dengan adanya sertifikat dari Pelatihan tersebut bisa membuat WBP hidup mandiri dengan usaha dan ilmu yang telah di dapat selama pelatihan.


Komentar Via Facebook :