AMPIH desak Kajati Riau usut tuntas Rasuah Alkes di Indragiri Hulu

AMPIH desak Kajati Riau usut tuntas Rasuah Alkes di Indragiri Hulu

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Massa Aksi AMPIH Riau (Aliansi Mahasiswa Peduli Indragiri Hulu Riau) desak kejati segera tetapkan tersangka Bankeu alkes (alat kesehatan) tahun 2016 di kabupaten Indragiri Hulu, Selasa (09/02/2021).

Aksi ini digelar sebagai perwujudan resah panjang segelintir mahasiswa melihat menumpuk nya kasus korupsi di bumi melayu menciptakan gerakan-gerakan yang masif demi terhindar dari jatuhnya korban baru tersandung kasus Rasuah terlebih Indragiri Hulu.

"Hari ini, telah kami lakukan aksi damai dengan protokol covid-19 di depan kejati riau agar kejati jangan main-main mengurusi kasus bankeu alkes di Indragiri Hulu ini. Kemarin saya lihat di media, utusan kejati turun ke inhu untuk pulbaket, cuman terdapat kerancuan dimana pulbaket ini seharusnya ditelisik oleh bagian intel namun kenyataannya malah humas yang langsung turun", tutur Tubagus selaku koordinator umum aksi. 

Lebih lanjut Tubagus mengatakan ada praduga, "kasus ini dicoba untuk mempermainkan ujar Tubagus fajri dari aliansi mahasiswa Indragiri hulu yang berafiliasi ke barisan aksi mahasiswa peduli riau (bamper) pekanbaru .

"Disisi lain, inhu seperti nya sangat kebal terhadap kasus-kasus korupsi. Meski berulang kali ditemukan indikasi rasuah, namun berhasil di SP3 kan atau hilang tanpa kabar. Ini menjadi tanda tanya besar bagi kami selaku mahasiswa.

Oleh karena itu, jangan sampai kami langsung yang mengantarkan kasus ini ke depan pintu masuk KPK agar memang benar benar serius menangani kasus korupsi di Indragiri hulu. Kami juga mengultimatum kepada rekanan agar serius mengerjakan proyek yang diberikan, jangan terlalu mengejar setoran dan fee agar proyek dimuluskan", tegasnya.

Dalam orasi nya tubagus juga mengatakan akan mengadakan aksi lanjutan di minggu depan, "tepat setelah 1x7 hari surat pernyataan diberikan kepada utusan kejati tadi siang. Besok pagi kami akan konsolidasi menggaet beberapa paguyuban di riau untuk membantu kami menyuarakan tuntutan ini", bebernya.

 

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :