Nilai Tukar Nelayan Riau Naik 5,59

Nilai Tukar Nelayan Riau Naik 5,59

PEKANBARU, RanahRiau.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, mencatat bahwa pada Maret 2016, nilai tukar nelayan di daerah itu mengalami kenaikan sebesar 0,59 persen.

"Kenaikan ini terjadi karena indeks harga yang dibayar petani (Ib) mengalami kenaikan sebesar 0,67 persen, relatif lebih kecil dibandingkan kenaikan indeks harga yang diterima petani (It) sebesar 1,27 persen, " kata Kepala BPS Provinsi Riau Mawardi Arsad dalam keterangannya di Pekanbaru, Rabu.

Menurut Arsad, naiknya indeks harga yang diterima petani, pada Maret 2016 disebabkan oleh naiknya indeks harga yang diterima pada kelompok perikanan tangkap sebesar 1,57 persen dan kelompok perikanan budidaya sebesar 0,76 persen khususnya udang, lais, patin, lele, baung, dan lainnya.

Kendati kecil, katanya, indeks harga yang dibayar petani juga naik disebabkan oleh naiknya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,57 persen khususnya cabai merah, bawang merah, rokok kretek, nila dan lainnya.

"Untuk indeks BPPBM sebesar 0,90 persen khususnya solar, keranjang, dedak, benih lele, benih patin dan lainnya," katanya.

Sementara itu, untuk kelompok penangkapan ikan pada Maret 2016, mengalami kenaikan sebesar 0,80 persen jika dibandingkan dengan NTN bulan sebelumnya.

Hal ini terjadi karena indeks harga yang dibayar petani mengalami kenaikan sebesar 0,77 persen, relatif lebih kecil dibandingkan kenaikan harga yang diterima petani sebesar 1,57 persen.

"Kenaikan harga yang diterima petani disebabkan oleh naiknya indeks harga di sebagian besar ikan pada kelompok penangkapan perairan umum sebesar 2,51 persen dan kelompok penangkapan laut sebesar 1,28 persen khususnya udang, lais, baung, gabus, pari dan lain," katanya.

Namun naiknya harga yang dibayar petani disebabkan oleh naiknya indeks BPPBM sebesar 0,1,19 persen (khususnya solar, pancing, batu baterai dan lainnya. Sedangkan indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,57 persen (khususnya cabai merah, bawang merah, rokok kretek, nila dan lainnya.

Untuk kelompok Budidaya Ikan (NTPi) pada Maret 2016, mengalami kenaikan sebesar 0,23 persen. Kenaikan ini disebabkan oleh harga yang diterima petani sebesar 0,76 persen, relatif lebih tinggi dibandingkan kenaikan harga yang dibayar petani yang hanya sebesar 0,53 persen.

Naiknya harga yang diterima petani disebabkan oleh naiknya indeks harga sebagian besar ikan pada kelompok budidaya air tawar sebesar 0,76 persen khususnya patin, lele, mas, nila dan gurame.

Selain itu, naiknya harga yang dibayar petani disebabkan oleh naiknya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,57 persen khususnya cabai merah, bawang merah, rokok kretek, nila dan lainnya  dan indeks BPPBM sebesar 0,46 persen (khususnya keranjang, dedak, benih lele, benih patin dan lainnya). (Ant)

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :