Saat ini Masih Manual

Pengrajin Songket Inhil Terkendala Alat Tenun

Pengrajin Songket Inhil Terkendala Alat Tenun

TEMBILAHAN, RanahRiau.com - Perajin tradisional di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, mengatakan salah satu kendala yang dihadapi mereka saat ini adalah alat tenun untuk membuat songket.
         
"Untuk memproduksi songket hingga saat ini kami masih manual tidak menggunakan mesin," kata salah seorang perajin senior di Kabupaten Indragiri Hilir Eliani kepada Antara, Kamis.
         
Eliani mengatakan waktu yang digunakan untuk membuat satu lembar songket membutuhkan waktu sekurang-kurangnya tiga hari.
         
"Namun jika sudah mahir, biasanya satu lembar songket dapat diselesaikan dalam satu hari," ujarnya.
         
Tetapi jelasnya, karena keterbatasan alat yang ada menyebabkan para perajin harus bergantian dalam menggunakan alat tenun bukan mesin ini.
         
"Saat ini kami memiliki dua alat tenun bukan mesin, sementara perajin berjumlah tujuh orang," ucapnya.
         
Kemudian disamping itu dia menyampaikan selain terkendala oleh alat, perajin juga terkendala pada bahan baku untuk pembuatan songket.
         
"Sejauh ini kami memesan bahan baku dari pulau jawa," sebutnya.
         
Dia berharap pemerintah daerah dapat lebih memperhatikan kebutuhan perajin, karena menurut dia kerajinan membuat songket maupun batik ini adalah salah satu budaya tradisional yang tidak boleh punah.
        
"Budaya ini harus dijaga agar generasi yang akan datang tetap dapat mengetahui tradisi-tradisi tradisional, selain itu kegiatan menenun dan membatik ini secara tidak langsung juga dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Indragiri Hilir," paparnya.
         
Dia menyebutkan perajin Indragiri Hilir mampu memproduksi tenun songket sebanyak 500 lembar per tahun, sedangkan untuk batik tulis mereka mampu memproduksi sebanyak 960 lembar per tahun.
         
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Indragiri Hilir Zulaikhah Wardan mengakui bahwa alat dan bahan baku untuk menenun itu memang merupakan kendala bagi perajin setempat.
         
"Tetapi dalam keterbatasan itu kami tetap optimis dapat mengembangkan kerajinan batik dan tenun songket ini," katanya. (Ant)

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :