Tiga Kabupaten Diminta Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir

Tiga Kabupaten Diminta Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir

PEKANBARU, RanahRiau.com - Banjir di Tiga Kabupaten yakni Kampar, Rohul dan Kuansing terus meluas. Pemerintah setempat diminta menaikkan status tanggap darurat banjir, untuk mempercepat proses pengerahan bantuan dari Pemerintah Provinsi dan Pusat.

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger kepada halloriau.com. Menurutnya, dengan kondisi banjir yang kian meluas, Pemerintah di Tiga Kabupaten didesak supaya meningkatkan status tanggap darurat banjir.

"Tiga daerah harus segera meningkatkan status tanggap darurat banjir. Karena kondisi banjir ini terus meluas," ujarnya.

Menurut Edwar, saat ini dirinya bersama dengan Pelaksana Tugas (Plt) Gubri Arsyadjuliandi Rachman dan Dandrem Wirabima serta instansi terkait sedang meninjau kondisi banjir di Kampar.

Kampar kata Edwar, merupakan satu dari tiga kabupaten terparah terkena banjir. Hal ini disebabkan tingginya curah hujan di Sumatera Barat, yang notabene merupakan daerah hulu sungai Kampar.

"Kondisi air di PLTA Koto panjang terus meningkat. Hari ini Lima pintu sudah dibuka, karena permukaan air terus naik," tandasnya.
   
Oleh karena itu, Ia meminta Pemkab Kampar, Rohul dan Kuansing segera menetapkan status tanggap darurat banjir. "Agar proses pengerahan bantuan dari pusat cepat dan masyarakat bisa diamankan sesegera mungkin," tandasnya.


KABUPATEN KAMPAR


Berikut rincian korban banjir tiap desa di Kampar Kiri :

1. Domo : 60 KK
2. Padang Sawah : 320 KK
3. Sei Liti : 15 KK
4. Kuntu : 902 KK
5. Kuntu Darussalam : 8 KK
6. Teluk Paman : 132 KK
7. Teluk Paman Timur : 70 KK
8. Lipat Kain Selatan : 45 KK
9. Kelurahan Lipat Kain : 29 KK
10. Lipat K Utara : 25 KK
11. Pondok Pesantren di Kunto Darussalam : 211 jiwa.

Sementara itu, di Kampar Hulu juga ada ribuan warga jadi korban. Kades Tabing melaporkan:
Rumah terendam 89 unit
Jumlah KK: 110
Jumlah warga : 2 400 jiwa

KABUPATEN ROHUL

Di Kabupaten Rohul, data yang masuk ke  Edwar Sanger, untuk Kecamatan Rambah sebagai wilayah terparah terdampak banjir, korban mencapai 3.696 jiwa.

Berikut rincian korban:

Desa Babussalam

1. Dusun Maratugun
RT 01 RW 01
jumlah KK : 40 jumlah jiwa :120
RT 02 RW 01
jumlah KK : 40 jumlah jiwa: 160
RT 01 RW 02
jumlah KK : 26 jumlah jiwa : 78

2. Dusun Nogori
RT 01 RW 02
jumlah KK : 32 jumlah jiwa 90
RT 02 RW 01
jumlah KK : 60 jumlah jiwa 240
RT 01 RW 01
jumlah KK : 64 jumlah jiwa : 256
RT 02 RW 02
jumlah KK : 60 jumlah jiwa 240

3. Dusun Darussalam
RT 02 RW 01
jumlah KK : 36 jumlah jiwa 108
RT 01 RW 02
jumlah KK : 47 jumlah jiwa 141
RT 01 RW 01
jumlah KK : 40 jumlah jiwa 120

Desa Koto Tinggi

1. Dusun Lubuk Bandung Hilir

RT 03 RW 02
jumlah KK : 30 jumlah jiwa 120
RT 02 RW 01
jumlah KK : 15 jumlah jiwa 60

Kelurahan PASIR PENGARAIAN
1. Lingkungan tj. harapan
jumlah KK : 136 jumlah jiwa : 554

2. Lingkungan Tj.Belanti
jumlah KK : 33 jumlah jiwa 100
3. Lingk Tanjung Belanti
jumlah KK :15 jumlah jiwa 58

6. Lingkungan Kota
jumlah KK : 25 jumlah jiwa :75

Sementara di Desa Pematang Barangan untuk Dusun Tulang Gajah, jumlah KK capai 321 jumlah dengan korban 976 jiwa.

KABUPATEN KUANSING

Berikut rincian data korban banjir yang berhasil dihimpun petugas Humas Polres Kuansing:

1.Kecamatan Kuantan Tengah
- 299 KK tekena banjir.
- Rata-rata ketingian 30 cm-100 cm.    

2. Kecamatan Cerenti
- 85 KK  terkena banjir.
- Rata-rata ketinggian banjir 70 cm-100cm.

3. Kecamatan Kuantan Mudik
- 170 KK terkena banjir.
- Rata-rata ketinggian banjir 20 cm-70cm.

4. Kecamatan Pangean
- KK terkena banjir  Nihil.
- Rata-rata ketinggian banjir 50 cm-80cm.

5. Kecamatan Benai
- KK terkena banjir Nihil.
-  Rata-rata ketinggian banjir 40 cm- 50 cm

Total  : 554 KK dari 5 (lima) kecamatan tergenang. (Hrc)

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :