Korlap Formas Peduli Covid 19, Klarifikasi tudingan kepada aksi massa

Korlap Formas Peduli Covid 19, Klarifikasi tudingan kepada aksi massa

SELATPANJANG, RANAHRIAU.COM- Massa aksi damai digedung DPRD kepulauan meranti Formas covid-19 angkat bicara atas tudingan terkait dirinya dan massa aksi. Koordinator lapangan (korlap) Nurhidayat A.Md memberikan klarifikasi kepada pemberitaan beberapa media online.

Nurhidayat korlap Formas Peduli covid-19 menjelaskan. "Dari beberapa media menyebutkan diri saya dan massa aksi terkait aksi pada hari Senin 29 juni 2020 itu tidaklah benar bahwa saya menjanjikan massa aksi diberikan jaminan nasi bungkus, uang bensin rendah sekali harga diri kami", ujarnya.

Dayat mengakui tidak pernah menjanjikan atau memberikan sejumlah uang kepada aksi massa, "diduga berita itu imaginasi dan karangan si pembuat berita. Jika memang benar kami memberikan uang kepada aksi massa buktikan jumlah uangnya berapa dan tunjukkan nama orangnya, ini adalah fitnah besar buat saya dengan massa aksi", ungkapnya.

Dayat mempertegas yang menyudutkan aksinya tersebut. "seluruh anggota kami mengaku tidak ada diwawancara wartawan dari beberapa media tersebut. Menurutnya gerakan yang dibuat atas dasar keprihatinan yang independen, kekeluargaan, dan simpatik terhadap pencegahan covid-19 didaerah meranti. "Semuanya didasari fikiran dan hati nurani kami sebagai tim gugus tugas covid-19 dan sebelumnya kami telah kaji secara mendalam tentang tuntutan kami melihat persoalan ini secara jernih dan berimbang", tegasnya.

Dayat juga menyampaikan aksi kali ini adalah dukungan moral agar gugus tugas covid-19 dapat tenang bekerja dan hasilnya maksimal. "Jika kita ganggu dan kita rusak dengan tudingan miring tanpa rujukan yang jelas memahami prosedur, mekanisme penganggaran, apakah kita mau sendiri-sendiri dalam menangani pencegahan covid-19 , ini wabah mendunia wak, lebih penting dari kegiatan formal apapun, kita semua ini harusnya memberikan support fokus berkerja agar selamat dari pandemi covid-19, mau kita biarkan pemerintah sendiri menangani wabah ini", sebutnya.

Dayat menegaskan bahwa informasi yang diberitakan tersebut sangat menyesatkan. Dayat juga menilai pemberitaan tersebut sangat tidak profesional dan tendensius buktinya di rahasiakan narasumbernya. "Dari pemberitaan yang beredar tidak ada kepentingan umum yang perlu dijaga dengan merahasiakan identitas narasumber dan anggota kami tidak ada yang mengakui diwawancarai dari media massa tersebut", ujarnya.

Editor : Hafiz
Komentar Via Facebook :