Kukerta Mahasiswa UNRI

Jalankan Program TOGA, wujud kepedulian terhadap masyarakat

Jalankan Program TOGA, wujud kepedulian terhadap masyarakat

Tim pengabdian Masyarakat Mahasiswa Universitas Riau  telah menjalankan tugas dalam kegiatan kuliah kerja nyata (KUKERTA) yang di tempatkan di Desa Air Hitam, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan.

AIR HITAM, RANAHRIAU.COM- Mahasiswa Kukerta Universitas Riau laksanakan Program Kerja membuat tanaman obat keluarga (TOGA), dan di bantu oleh warga setempat terutama ibuk-ibuk PKK. Pembuatan TOGA dilakukan di beberapa titik di Desa Air Hitam Tersebut, Terdapat 3 Lokasi pembuatan TOGA yaitu di setiap Dusun yang ada di Desa Air Hitam dan pembuatan TOGA dilakukan secara bertahap selama 2 Minggu. Setiap sore Mahasiswa dan Ibuk-ibuk PKK berbagi tugas dalam pengerjaan TOGA, ada yang mendirikan pagar TOGA dan ada juga beberapa yang menanam Tanaman Obat keluarga yang dilaksanakan di Desa Air Hitam, kecamatan Ukui, Pelalawan, Sabtu (17/07/2019).

Kegiatan ini berlandaskan dari kesadaran akan  Lingkungan yang harus dijaga dengan baik akan membawa kebaikan pula. Berbagai manfaat dapat diperoleh dengan pemanfaatan lahan di lingkungan sekitar, salah satunya melalui toga, atau Tanaman Obat Keluarga. Melalui kegiatan penanaman toga, Mahasiswa KUKERTA UNRI Desa Air Hitam bergerak menjaga kelestarian lingkungan sekitarnya dan memanfaatkannya untuk kesehatan.

Lokasi pembuatan TOGA tersebut terletak di samping Jalan dimana tempat lalu lalang masyarakat dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Dalam pembuatan TOGA tersebut tanaman harus di pagar, Mahasiswa KUKERTA UNRI memanfaatkan bambu sebagai bahan pembuaan pagar. karena jika tidak di pagar akan banyak hewan-hewan peliharaan masyarakat setempat yang memakan tanaman obat tersebut.

Kegiatan dimulai dari pukul 15.00 WIB kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh semangat hingga pukul 17.00 WIB. Dalam kegiatan ini, Mahasiswa juga turut menyampaikan pesan-pesan terkait tanaman obat keluarga kepada masyarakat dan ibu-ibu PKK. Penanaman tanaman obat dilakukan untuk memudahkan kebutuhan penawar medis di keluarga dengan biaya terjangkau, bahkan gratis. Dengan tanaman itu, kita bisa mengurangi ketergantungan terhadap obat-obatan kimia. Adapun tanaman juga bisa membantu penghijauan tempat pemukiman.

Melalui kegiatan ini Masyarakat diharapkan bisa semakin memahami bahwa jika lingkungan dapat dijaga makan akan memberikan manfaat yang baik pula bagi manusia di sekitarnya. Setiap keluarga bisa membudidayakan tanaman obat secara mandiri dan memanfaatkannya, sehingga akan terwujud prinsip kemandirian dalam pengobatan keluarga.

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :