Alquran adalah benteng pertahanan Palestina

Lantunan Syahdu dari Sheikh Palestina, pesan kedamaian yang membuat haru

Lantunan Syahdu dari Sheikh Palestina, pesan kedamaian yang membuat haru

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Puluhan anak rumah Tahfidz Aldo salam membaur bersama relawan Pekanbaru Charity dan ratusan jamaah di Masjid Syuhada Pandau seiring syahdu lantuanan ayat suci Alquran yang diucapkan Shaikh Amhad Abdul Nasir Ashofady yang berasal dari Gaza Palestina. 

Di kesempatan tersebut, isak haru juga menyelimuti ruangan Masjid Al-Ikhlas, Blok AA, Pandau yang dipadati jamaah yang memperlihatkan rasa antusias dan cinta kepada salah satu tempat ibadah yang paling dicintai umat Islam yaitu Masjidil Aqso. 

Di agenda kali ini, Sheikh dari Palestina yang dibawa berkeliling oleh teman-teman dari Mulia Berbagi Indonesia ini telah menyentak semua untuk kembali mempelajari sejarah kejayaan Islam dan mempertajam ukhuwah dan persaudaraan dengan kaum mualimin yang berada di Palestina. 

Kemampuan hafidz Quran yang telah bersanad ke Rasulullah semenjak umur 13 tahun ini dalam menirukan suara 25 qori internasional ditambah dengan keramahannya dalam merespon setiap pertanyaan jamaah memberi kesan betapa di tengah gejolak perang dan penindasan di Palestina, beliau tetap tampak kuat, tawakkal serta mampu menghadirkan energi yang sangat positif bagi jamaah yang sebagiannya adalah anak-anak penghapal Alquran.

“Memang salah satu tujuan utama kita meminta beliau dan tim untuk hadir di masjid-masjid kita di Pandau adalah sebagai pemberi motivasi dan inspirasi yang nyata dan langsung dari suatu negeri yang sama-sama dicintai ummat Islam, yang berada dalam penjajahan namun tetap mampu membawa Alquran sebagai tuntunan hidup dalam hatinya, berupa hapalam 30 juz. Ini adalah tauladan yang luar biasa bagi anak-anak kita yang tengah belajar dan menghapal Alquran. Kami sangat bersyukur atas kedatang beliau dan tim MBI,” ungkap Lexie Wahyuni yang merupakan salah satu founder Pekanbaru Charity. 

“Bisa nih kita bawa ke rumah tahfidznya (RT Aldo Salam Pandau) Mbak Lexie. In syaa Allah kami akan safari keliling Riau dari tanggal 16 hingga 19 Januari,” begitulah isi pesan dari Bang Agus Saputra yang mengurusi kehadiran Shaikh mulai dari kedatangan di Pekanbaru hingga pengaturan jadwal kunjungan Shaikh ke masjid atau ma’had.

 “Kita juga berharap masyarakat Pekanbaru meski tak sanggup berjuang langsung untuk pembebasan Palestina, namun dapat berjuang dengan doa dan hartanya. Selain itu MBI berharap bisa menjadi lembaga filantropi internasional yang focus pada kemanusiaan dan keummatan,” lanjut beliau. Dan dengan memberi kesempatan bagi masyarakat Riau untuk ikut berkontribusi membantu saudara kita di Palestina, MBI telah juga memberi momen yang sangat berguna bagi masyarakat dalam mengetahui fakta mengenai Masjidil Aqso.

“Setiap peringatan peristiwa Isra dan Miraj, pada umumnya para da’I dan ustadz hanya mengingatkan mengenai bagaimana Rosulullah menjemput perintah solat yang menjadi kewajiban setiap umat Islam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqso dan berangkat dengan Buraq ke Sidratul Muntaha, namun sangat jarang mengungkap sejarah luar biasa dari Masjidil Aqso yang selayaknya juga mendapat perhatian ummat ini. Karena Masjidil Aqso merupakan satu dari tiga masjid yang Rasulullah perintahkan bagi kita ummatnya untuk didatangi sepanjang kita hijup di dunia ini,” paparan Ustadz Rizal Maulana yang sekaligus merupakan penerjemah bagi Shaikh Abdul Nasir Ashofady. 

Di akhir rangkaian tabligh akbar di Riau yang ditutup dengan hadir di tengah jamaah subuh Masjid Al Hidayah Aur Kuning kecamatan Marpoyan, tanggal 20 Januari 2020, Shaikh dan tim tak ayal telah membuka mata jamaah berasal dari anak kecil hingga orang tua yang tampak sangat antusias mengikuti kegiatan syiar ini. Bagi siapapun yang ingin membantu perjuangan saudara kita, dipersilahkan mendatangi MBI yang berkantor di Simpang Tabek Gadang Panam, atau chat WA Pekanbaru Charity di 085274979336.

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :