Sikapi kemungkinan karhutla 2020, Zul Asdi: konsep Rumah kedap asap harus maksimal
Dr. Zul Asdi, Sp.B saat menjawab pertanyaan dari media terkait peran IDI Riau dalam penanggulangan bencana kabut asap
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Semua Pihak harus bekerjasama dalam menanggulangi kabut asap, hal ini disampaikan oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Riau, Dr. Zul Asdi, Sp.B kepada wartawan saat menjawab pertanyaan media, di Grand Central Hotel, Pekanbaru, Sabtu (18/01/2020).
Provinsi Riau menghadapi ancaman lebih serius dibanding tahun 2019. Hal ini menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait ancaman musim kemarau panjang.
Dalam pernyataannya Zul Asdi mengatakan dalam menyambut musim kemarau 2020 yang diperkirakan terjadi dalam waktu yang lama ini, butuh peran dan perhatian dari semua pihak untuk mencegah kemungkinan yang terjadi, salahsatu dari dampak tersebut adalah kabut asap, "ini merupakan kerja bersama, semua pihak harus berjalan bersama untuk mencegah dampak asap ini, kalau dari IDI Riau sejak dari dulu kami sudah responsif, kalau ada asap kita langsung bergerak, itu langkah pertama yang kita lakukan", ujarnya.
Ketua IDI Riau ini juga menambahkan dari segi kampanye, pergerakan IDI Riau sudah sangat aktif. "Dari segi kedokteran kami sangat berharap kepada semua dokter untuk bisa menyampaikan langsung kepada para pasien nya, agar mereka faham bahwa asap dan radikal bebas ini sangat berbahaya, kita juga sering menyampaikan dalam forum media seperti dalam bentuk tulisan di media cetak dan siaran di tv dalam talkshow, agar masyarakat mengerti dengan bahaya ini walaupun efeknya tidak terjadi langsung, ada juga sebagian kasus yang pasiennya yang langsung meninggal karena terkena dampak asap ini, dengan adanya pemahaman seperti ini diharapkan agar masyarakat segera mematikan api jika pertama kali melihatnya, jangan pernah ada api, pemerintah harus tegas dengan segala bentuk pembakaran lahan, regulasi pemerintah harus tegas dalam menyikapi kasus pembakaran ini", ungkapnya.
Ia juga menambahkan kalau seandainya bencana kabut asap ini kembali terjadi maka IDI Riau siap membantu pemerintah dalam mengambil langkah-langkah strategis, baik dalam bentuk saran dan masukan kepada masyarakat, termasuk juga dalam menyiapkan rumah kedap asap, "kemarin kita sudah berkordinasi ke DPRD Provinsi Riau mengenai rumah kedap asap ini, sebetulnya untuk menghadapi bencana kabut asap ini dengan cara melibutkan sekolah, perkantoran dan lain sebagainya ini sangat merugikan, oleh karena itu rumah kedap asap ini bisa menjadi alternatif dalam membantu agar semua bisa menjalankan aktifitas seperti biasa namun tetap terlindung dari paparan kabut asap, oleh karena itu rumah kedap asap ini harus dievaluasi agar sesuai dengan kaidah kesehatan yang berlaku", pungkasnya.
Untuk konsep rumah kedap asap ini menurut zul asdi harus benar-benar tertutup dengan rapat, sehingga tidak ada celah masuknya paparan kabut asap, "modelnya sudah ada, ada penyaring udaranya, dan ada alat pengukur tingkat kadar asapnya sehingga benar-benar terukur dan tertutup rapat, kadang-kadang ada rumah kedap asap yang dibuat di jalan umum namun posisinya terbuka dan ada meja yang digunakan untuk merokok disana, ini tidak benar", bebernya.


Komentar Via Facebook :