Banjir, Aktivitas Warga Lumpuh Total, Petani Tahun Ini Terancam Gagal Panen

Banjir, Aktivitas Warga Lumpuh Total, Petani Tahun Ini Terancam Gagal Panen

TELUK KUANTAN, RANAHRIAU.COM - Belum berselang 2 pekan sejak tanggal (09/12) yang lalu, Banjir kembali mengunjungi Rumah warga, dan menyapu sejumlah wilayah, di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Riau, terutama wilayah yang berada didataran rendah sepanjang aliran Sungai kuantan.

Dari informasi yang dihimpun RANAHRIAU.COM, Banjir kali ini mengakibatkan ratusan rumah terendam air, diakibatkan oleh beberapa hari belakangan ini Intensitas hujan mulai meningkat sejak sepekan lalu.

Luapan Sungai Kuantan terjadi sejak Sabtu (21/12/2019) kemarin di bagian Hulu Kuantan, dan mulai menggenangi pemukiman masyarakat bagian hilir seperti di kecamatan Kuantan mudik, Minggu (22/12) sekitar pukul 02.00 wib dinihari tadi.

"Genangannya sejak pukul 02.00 Wib dinihari tadi. Ini akibat curah hujan cukup tinggi. banjir tersebut Sangat berdampak bagi masyarakat," ujar Lanang (30) salah seorang warga desa Sangau, Kecamatan Kuantan Mudik.

"Saat ini air terus Naik dan jalan Kuantan Mudik via Pucuk Rantau pun sudah digenangi air dengan ketinggian lebih kurang 40-50 centimeter sehingga kendaraan roda dua sulit melewati jalan tersebut. Namun pengendara tetap diharapkan berhati-hati saat melintas," sambung Lanang.

Sementara salah seorang Petani Haris, warga desa sangau mengkhawatirkan kondisi tanaman padi miliknya tahun ini terancam gagal panen. "Saya khawatir tahun ini gagal Penen, Karena tanaman padi di sawah sudah tenggelam," pungkasnya

Kapolsek kuantan mudik AKP, Afrizal. SH, M.Si mengatakan, bahwa setelah mendapatkan informasi air naik, usai shalat subuh personil Polsek Kuantan Mudik sudah di perintahkan untuk patroli diwilayah yang rawan banjir.

"Kita Menghimbau agar warga tetap waspada dan mengamankan barang-barang atau surat-surat berharga. Bila ada perlu bantuan, Personil Polsek stand selalu untuk masyarakat," tutup Kapolsek.

Terpantau RANAHRIAU.COM di lapangan, Hari ini Aktivitas warga diluar rumah terhambat, karena warga disibukkan dengan kegiatan penyelamatan barang berharga seperti barang elektronik dan perabotan rumah tangga.

Editor : Eki Maidedi
Komentar Via Facebook :