Bahas Masalah di Riau

IA Dan Rosti Diskusi Bersama Para Pendeta

IA Dan Rosti Diskusi Bersama Para Pendeta

PEKANBARU, RanahRiau.com - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD/MPR) RI asal Riau, Intsiawati Ayus dan Rosti Uli Purba, menggelar pertemuan dengan Pimpinan Gereja Indonesia (PGI) Riau, dengan tema 'Suara DPD Suara Daerah'.

Dialog dalam rangka pemahaman kinerja dan fungsi kelembagaan DPD, yang juga bekerjasama dengan Institut Pemngembangan Sumberdaya Riau (IPSR) diadakan disalah satu Hotel Pekanbaru, Selas (10/11/15).

Intsiawati yang merupakan Anggota dari Komite I DPD RI, memaparkan jika fungsi DPD bagi Daerah yakni Memperkuat demokrasi, menjaga keutuhan NKRI, agregasi kepentingan Daerah di pusat, serta mengawal pelaksanaan desentralisasi dan otonom daerah.

Salah seorang peserta diskusi, Pendeta (Pdt) Andri Sinaga, menyampaikan keluhan dirinya bersama para warga di Kabupaten Pelalawan, soal lahan yang telah diambil dan dirusak oleh PT Arara Abadi.

Padahal, dari penuturan Pdt Andri, sebelumya di tahun 2002 hal yang sama sudah pernah terjadi. Namun ketika itu Perusahaan yang bersangkutan mau mengganti kerugian masyarakat.

"Waktu itu masih zaman Bupati Pak Arwin. Sepertinya perusahaan tunduk kepada beliau. Makanya urusan ganti rugi kepada masyarakat bisa diselesaikan. Tapi semenjak Bupati yang saat ini, nasib kami kembali terancam. Lahan tempat kami mencari nafkah, sudah dikuasai pihak perusahaan. Kami mohon bantuan ibu DPD," ucap Pdt Andri.

Menanggapi masalah tersebut, Intsiawati meminta kepada para masyarakat yang lahannya sudah dicaplok pihak perusahaan, agar membuat pengaduan tertulis melalui surat secara formal, yang nantinya ditujukan kepada Anggota DPD RI utusan Riau.

"Saya berharap, nantinya dalam surat itu dibuat juga proposal yang berisi tentang rentetan awal cerita terjadinya permasalahan ini. Agar kami bisa membawa ke pusat dan menyurati pihak pemerintahan secara formal." Ujar IA sapaan akrab Intsiawati.

Aspirasi lainnya, datang dari James Silitonga, yang mempertanyakan peran serta DPD RI terkait peristiwa pembakaran tempat ibadah yang belakangan sontar terjadi di Indonesia.

"Solusi di Aceh Singgkil harus menghunakan pendekatan sosial hukum politik. Karena pada dasarnya ini hanya masalah sosial, bahwa indonesia tidak bisa hanya dengan satu RAS saja," ujar Rosti Uli Purba, yang merupakan Anggota Komite II DPD RI. (Nof)

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :