Dukung vonis Rehabilitasi Nunung, Anang Iskandar: Keputusan ini sudah benar

Dukung vonis Rehabilitasi Nunung, Anang Iskandar: Keputusan ini sudah benar

 JAKARTA, RANAHRIAU.COM- KEPUTUSAN hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang  memvonis komedian Srimulat Tri Retno Prayudati alias Nunung dan suaminya, July Jan Sambiran, 1 tahun 6 bulan pidana penjara dalam kasus penyalahgunaan Narkoba, mendapat dukungan dari beberapa pihak salahsatunya dari Dr Anang Iskandar, 
Pengamat dan penggiat anti penyalahgunaan narkotika, hal ini disampaikannya kepada wartawan ranahriau.com dalam whatsapp messengernya, Rabu (28/11/2019).

Vonis yang diberikan hakim sama seperti tuntutan yang diberikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Selain itu, Nunung diminta untuk tetap menjalani rehabilitasi medis dan sosial di RSKO Cibubur.

"Penghargaan untuk hakim, karena benar. Penghargaan dari saya kepada hakim ketua dan anggotanya majelis hakim jakarta selatan yang mengadili perkara Nunung karena telah menjatuhkan sanksi nunung untuk menjalani rehabilitasi", ujarnya.

Selain itu juga anang berpendapat bahwa hakim ketua yang mengadili perkara kepemilikan narkotika nunung telah menjalankan kewajiban hukumnya berdasarkan tujuan UU narkotika, kewajiban hakim dalam menggunakan kewenangannya.

"Semoga putusan nunung menjadi pembelajaran bagi hakim, jaksa penuntut umum dan penyidik narkotika untuk tidak takut bertidak benar sesuai UU narkotika", ungkapnya.

Anang juga mengatakan Keputusan hakim ini telah memutar balikan keputusan keputusan hakim yang ketakutan akan tuduhan teman, sesama penegak hukum yang mencurigai "oleh piro" dari keputusan menjatuhkan sanksi rehabilitasi.

Selanjutnya dalam proses rehabilitasi nunung harus diawasi dengan sungguh sampai dengan sembuh karena nunung menjalani rehabilitasi atas perintah hakim.

Kedepannya Anang berharap agar proses ini berjalan dengan tuntas, "Jangan sampai proses rehabilitasi nunung dilaksanakan secara abal abal sehingga masyarakat menjadi ragu akan keutamaan rehabilitasi dalam menekan drug demand reduction maupun drug supply reduction", imbaunya.


 

Editor : Hafiz
Komentar Via Facebook :