Konsolidasi "LIBAS", siap kawal Penanganan Karlahut Riau

Konsolidasi "LIBAS", siap kawal Penanganan Karlahut Riau

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Kelompok Aktivis yang menamakan diri "Libas" (Lingkar Aktivis Berantas Asap) melakukan Konsolidasi di salah satu kafe di Pekanbaru. Pertemuan mereka membahas tentang lambatnya pemerintah menuntaskan persoalan Asap di riau yg terus berulang

Kelompok aktivis yang menamakan gerakan nya LIBAS (lingkar aktivis Berantas Asap) melakukan konslidasi dan akan terlibat langsung untuk mendesak Keseriusan pihak-pihak yang berkepentingan, dalam me Lukman yang 
LIBAS di pelopori oleh Aktivis lintas Organisasi mahasiswa di riau. Beberapa mantan Presiden mahasiswa,Gubernur Mahasiswa di Riau yang terkordinasi dalam ex Aliansi BEM se Riau, kader aktif Himpunan Mahasiswa Islam, dan aktivis gerakan mahasiswa lainnya. 

Dalam rembuk itu dihadiri oleh Koordinator Pusat BEM Se Riau tahun 2015 yang juga mantan Presiden Mahasiswa UIR (Pirka Maulana), ex Koordinator Isu Bem Seriau yang juga mantan Presiden Mahasiswa UNILAK (Ali Akbar Siregar), ex Wakil Presiden UIR (siswanto), ex Mensospol BEM UIR (Lukman), ex Gubernur BEM Fisipol UIR yang saat ini aktif di PB HMI MPO (Zunnur Roin), ex Mensospol BEM UNRI (suyeni),  ex Mensospol BEM UIR (Neldi Saputra), ex Presiden Mahasiswa STMIK AMIK riau (Jaya), ex Ketum IPMPB dan saat ini aktif di PB HMI (Fahrunnas),  Wakil Bupati HIMIP Fisipol UIR (Jiwanda), dan ex Menlu BEM UIR (Wira Anugrah Siregar). 

"Teman teman yang hadir malam inihanya sebagian kecil saja. Pertemuan ini mendadak,  dan pada forum selanjutnya informasi terbentuknya LIBAS ini akan kita kabarkan dengan kawan-kawan yang lain, ini hanya sebagian kecil saja.  Konfirmasi yang kami terima,  kawan kawan yang lain ada yang berhalangan hadir dan alhamdulillah mereka konsisten membersamai gerakan LIBAS ini" Ulasnya.

Ditanya soal substansi gerakan LIBAS, Ali Akbar yang ditunjuk sebagai Presidium LIBAS memberikan keterangan bahwa fokus LIBAS adalah tentang pengawalan persoalan Karhutla yang berdampak asap. 

"Fokus kita tentu tak keluar dari serba serbi persoalan Karhutla dan asap. Yang jelas, kajian dan komunikasi yang aktif dengan kawan-kawan akan kita lakukan dengan baik.  Sebab ini soal beban moral kita yang dulu bertungkus lumus di jalanan menyuarakan masalah ini. Dan tentunya bentuk pengabdian kepada masyarakat riau dan indonesia yang tak pernah kami abaikan", tegasnya.

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :