Dr. Elviriadi : Politik Gambut Terkunci, Rakyat Pasrah

Dr. Elviriadi : Politik Gambut Terkunci, Rakyat Pasrah

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM-Kabut asap Propinsi Riau terus memekat. Kualitas udara yang memburuk membuat massa protes berupa aksi demonstrasi mahasiswa dan sipil tak terbendung. Tebalnya asap membuat publik kecewa dan menduga duga ada sesuatu dibalik bencana alam akibat kerusakan tanah gambut Riau.

Menyikapi arus demo sampai selasa siang tadi (17/9/19) yang menuntut hukuman terhadap korporasi,  pakar lingkungan nasional DR.Elviriadi angkat bicara. "Oh... dah jelas barang tu, gambut tanah Melayu ini dah lama diperkosa siang malam. Ada konspirasi sumberdaya alam tingkat dewa," katanya filosofis.

Ketua Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah Riau ini menambahkan, kunci penyelesaian asap terletak pada pengembalian fungsi konservasi gambut. Saat ini kata dia, dari 4,2 juta lahan gambut Riau sebesar 77% sudah dialih fungsikan. "Nah, ini artinya perspektif negara masih kapitalistik. Pemulihan gambut akan  berhadapan "man behind the gun",  ada situasi politis yang mengunci", ujarnya.

Kepala Departemen Perubahan Iklim Majelis Nasional KAHMI itu menjelaskan bahwa saat ini yang bisa ditunggu rakyat Riau dan Kalimantan hanya hujan dari langit.

"Pemerintah tak membuka data Karhutla secara objektif, siapa saja aktor intelektualnya, dan bagaimana mengurangi areal konsesi yang membuat gambut kering dan mengepul. "Sudahlah, kami dah tau juge ape sebetulnye yang terjadi, biarlah diakhirat kami menuntut nanti, sambil berdoa mintak hujan," pungkas putra Selatpanjang yang iatiqamah gundul demi solidaritas nasib hutan.

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :