DR. Elviriadi: Asap terjadi karena Peneliti Ketagihan "Piti"

DR. Elviriadi: Asap terjadi karena Peneliti Ketagihan "Piti"

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM-Kondisi kabut asap terus saja mencekam masyarakat Riau. Sudah banyak yang dilarikan ke rumah sakit akibat gangguan pernafasan. Meluasnya dampak asap yang makin membahayakan manusia membuat Pakar Lingkungan Nasional DR.Elviriadi naik pitam.

Dia mensinyalir susahnya mengalahkan aktor intelektual pembakar lahan dan hutan di Sumatera khususnya Riau lantaran di backing peneliti dari kampus.

"Ya, dah sering saya ungkap, para pemerkosa gambut dan hutan Riau ini besar kepala jadinya. Mereka di Back Up "oknum" peneliti yang bergelar Profesor Doktor, yang membenarkan perusakan ekologis demi "piti" (uang)," sindir mantan aktivis mahasiswa itu.

Ketua Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah itu menyebut setidaknya ada 3 faktor penyebab peneliti menjadi tameng perusak ekologi.

Pertama, oknum peneliti mengagungkan teknologi. Karena itu pikirannya bagaimana mengakali alam ini agar diekspoitasi. Dia bangga betul bila keunikan Ciptaan Tuhan bisa unduk pada sains teknologi.

Kedua, lazimnya peneliti yang berprofesi dosen tak tertarik wacana pergulatan ideologis membela kaum tertindas. 
"Ndak mau do, targetnya berebut jabatan, banyak sawit, rumah petak. Jalan pintasnya minta proyek penelitian kaum penggasak gambut, " tutur mantan aktivis mahasiswa itu. 

Ketiga, orang ilmu alam/ eksakta tak kuat dalam filsafat kemanusiaan atau epistemologi." Ilmu ditangan mereka bebas nilai, terserah dampaknya apa,  ketagihan piti mungkin membuat akal sehat mereka mati," katanya.

Kepala Departemen Perubahan Iklim Majelis Nasional KAHMI itu juga meminta Rektor Rektor di Riau menentukan sikap. "Jangan hanya diam, tak usah sayang jabatan bakal dicopot. Rakyat Riau sudah pingsan pingsan, jangan gegara peneliti ketagihan piti, mafia gambut gembira hati," pungkas putra melayu Meranti yang gundul demi nasib hutan Riau.
 

Editor : Hafiz
Komentar Via Facebook :