Program Kukerta Mahasiswa UNRI 2109

Program budidaya Jamur Merang di Desa Kampung baru Ukui

Program budidaya Jamur Merang di Desa Kampung baru Ukui

Tim Pengabdian Mahasiswa Universitas Riau yang telah menjalankan tugas dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) yang ditempatkan di Desa Kampung Baru, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan

UKUI, RANAHRIAU.COM- Salah satu program kerja dari tim Kukerta  Universitas Riau di Kampung Baru adalah budidaya jamur merang. Budidaya jamur merang relatif marak dilakukan oleh banyak para petani jamur. Hal ini tidak lain disebabkan karena banyaknya permintaan sekaligus juga tingginya antusiasme masyarakat untuk mengonsumsi jamur merang.

Sebagaimana kita tahu bahwa jamur merang sendiri memiliki habitat alami dan biasa ditemukan pada daerah persawahan dimana terdapat bekas jerami atau merang yang membusuk. Selain jerami, tangkos sawut juga dapat dijadikan sebagai media tanam jamur merang.  Sebagai tangkos kelapa sawit, media tanam ini dapat digunakan sebagai media yang menguntungkan dan mengurangi limbah kelapa sawit di daerah perkebunan khususnya Riau yaitu lahan perkebunan kelapa sawit. Itulah yang menjadikan lokasi Biogas di kampung Baru digunakan sebagai budidaya jamur tongkos kelapa sawit sehingga mampu diubah menjadi sajian favorit banyak kalangan.

Budidaya jamur merang merupakan kegiatan Budidaya jamur merang berjalan seiring menunggu perbaikan sarana fasilitasi pemanfaatan limbah non B3 biomasa.  Keterlibatan Desa dan BUMDes  dalam budidaya ini sangat membantu selain sebagai sarana modal juga sebagai subjek dalam penanaman  pemasaran jamur sehingga dengan keterlibatan keduanya Kegiatan ini berjalan dengan lancar.

sebagai daerah yang cukup fasilitas dan dekat dengan kota tentu dalam hal pemasaran tidak mendapati kesulitan yang sangat berarti. Potensi Budidaya jamur merang desa kampung baru  ini sangat menjanjikan dengan harga Rp 30.000,00/kg dan panen yang kadang mencapai 90 KG tentu merupakan kegiatan yang menguntungkan. Sehingga dengan pendapatan yang lumayan besar perlu adanya kepengurusan yang jelas, hal ini dimaksudkan untuk menjaga keberlangsungan kegiatan dan memaksimlkan produk dan menjaga keseimbanganantara pengeluaran dan pendapatan dalam budi daya jamur ini. 

Tim Pengabdian Universitas Riau melakukan pembudidayaan selama waktu KUKERTA dilaksanakan, dimulai dari pembuatan jamur merang hingga proses penjualan ke warga desa.

“Kami Tim Kukerta Desa Kampung Baru sangat bangga dan senang karena telah menyelesaikan program demi program yang telah dirancang dan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan keinginan. Kami mengucapkan Terima Kasih yang Sebesar-besarnya kepada Pihak Desa dan Masyarakat Desa Kampung Baru atas kesempatan dan pelajaran yang telah diberikan kepada kami, serta tak lupa Ucapan Terimakasih Kami sampaikan kepada Bapak Rusmanto selaku Dosen Pembimbing Lapangan (dpl) yang selalu sedia dalam membimbing dan mengingatkan kami.” Tutur Muhammad Al-qadri selaku Koordinator Desa.

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :