Kunci atasi Karhutla

DR. Elviriadi:Kembalikan Tanah Ulayat

DR. Elviriadi:Kembalikan Tanah Ulayat

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM-  Persoalan Karhutla tak kunjung usai di bumi Melayu membuat pakar lingkungan nasional  DR.Elviriadi naik pitam. Selama 18 tahun lebih Propinsi Riau menderita kabut asap hingga ujung tahun 2019.

"Adoi mak, ajap kami orang melayu Riau ini kene salai tiap tahun, hujan siket langsung banjir," kritik mantan aktivis mahasiswa itu.

Dia menambahkan, kunci penyelesaian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) itu sebenarnya tidak sulit,  "Sebetulnya solusi Karhutla sangat sederhana dan mudah, ngapa repot repot sampai heboh goncang seluruh negara," katanya. 

Ketua Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah itu menyarankan pemerintah meng-enclave (lepaskan) hutan tanah punya masyarakat adat. 
"Kembalikan ajalah ulayat adat yang dirampas perusahaan itu," terutama yang tanah gambut, selesai barang tu," ucapnya.

Kepala Departemen Perubahan Iklim Majelis Nasional KAHMI itu memaparkan, pokok pangkal terjadi Karhutla itu karena pemberian izin melampaui batas dan tanpa kajian lingkungan.

"Saye baru balik jemput budak budak KKN UIN Suska di Di Kecamatan Bunut, masak di Desa Kriung itu seluruhnya areal operasi perusahaan? Gimana waktu tata batas dan pemetaan koordinat kemarin, main tembak jenggo atas meja aje? " sindir dosen yg dikenal vokal itu.

Dia menjelaskan, bila kembali ke pangkuan rakyat, maka praktek monokultur yang massif bisa dihilangkan. Asap tak berani lagi keluar dari Gambut," pungkas putra Selatpanjang yang gundul kepala demi hutan Riau itu.

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :