Menuju Kuansing Satu : Stop Politik Wani Piro, Fokus Perubahan
Ilustrasi
Menitik pada hasil survai pemilu lalu, tingkat partisipasi politik pemilih di Kabupaten Kuantan Singingi tidak terlalu signifikan, dengan angka 70 persen masyarakat masih pragmatis, 7 persen pemilih rasional, dan sisanya masuk dalam kategori tradisonal.
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM - Untuk memberikan pemahaman yang benar dalam mengikuti proses politik di Pilbup Kuantan Singingi (Kuansing), Masyarakat harus diberikan arahan yang tepat, agar tidak memakai lagi pola pikir politik uang (Money Politic) dalam menentukan pilihannya.
Demikian disampaikan Politisi Hanura, Sekaligus Anggota DPRD Riau, Suhardiman Amby kepada pewarta ranahriau.com, Kamis, (22/08/2019) di Pekanbaru.
"Sepanjang masih ada politik wanipiro, maka selama itu juga pilkada membutuhkan cost yang sangat tinggi, sementara masyarakat ingin perubahan, tapi mereka sendiri belum siap merubah mental nya," Kata dia.
Disebutkan, Cara yang paling efektif adalah saat kampanye, karena itu sebagai dasar membentuk karakter pemilih yang baik.
"Dalam masa kampanye itulah kuncinya untuk memberikan pemahaman agar mengerti bahwa proses politik itu adalah demi kemajuan daerah," Terusnya.
Saat disinggung, Apakah dirinya akan maju pilbub kuansing, politisi muda inipun menjawab akan melihat dari berbagai sisi, diantaranya kalkulasi politik.
Selain itu juga, Masih dijelaskan lagi, apabila bertarung di pilbub mendatang, maka 210 titik akan dikunjungi dan diberi pengarahan.
"Tentu jika kami bertarung, maka 210 titik akan kita kunjungi dan beri pengarahan dengan jelas dan tepat, karena kita butuhkan orang orang yang baru, dan berpikir menciptakan ekonomi kreatif dan tumbuh baik.
Kendati demikian, setiap proses politik perlu dukungan dan realisasi, jika masyarakat tidak merubah pola "wanipiro," Dirinya tidak yakin, kelak pemerintahan dapat berjalan baik.
Pasalnya, siapapun pemimpin terpilih, jika menggunakan Politik uang, sudah tentu akan berpikir mengembalikan modal. Sehingga, efektifitas kinerja menjadi lemah untuk membangun ekonomi masyarakat.
"Kalau masih pola lama, maka tidak akan bisa maju, butuh kemauan dan dukungan dari masyarakat." Tutupnya.


Komentar Via Facebook :