Keterampilan Membaca Dan Menulis Dalam Literasi Baca Tulis

Keterampilan Membaca Dan Menulis Dalam Literasi Baca Tulis

Arma Winarni

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM - Keterampilan membaca merupakan keterampilan dasar dalam pendidikan. Peletakkan nilai dasar keterampilan membaca kerap menjadi tolak ukur dalam sebuah kesiapan anak dalam memasuki pendidikan dasar selanjutnya. Hal itu terkadang membuat kemampuan dasar membaca seperti kebutuhan utama bagi anak,  yang dalam proses mengasahnya melupakan  kondisi psikologis anak yang membawa berbagai keunikan dengan kemampuan yang berbeda. Padahal alam membentang luas ini sudah siap untuk di eksplorasi dan itu tak hanya dapat dilakukan dengan keterampilan membaca saja.

Penanaman pemahaman kemampuan membaca yang terkadang tergesa-gesa, kerap mengesampingkan pengembangan kemampuan menulis. Kegiatan membaca seperti sebuah kewajiban saja, tanpa dapat menyerap dan menginformasikan kembali apa yang telah dibaca baik dalam komunikasi verbal maupun nonverbal. Hal ini disebabkan akan ketidakseimbangan dalam meletakkan nilai dasar pada keterampilan baca tulis.

Dalam masyarakat awam terbentuk makna dalam baca tulis hanya tentang nilai keaksaraan saja atau dengan kata lain baca tulis hanya sekedar melepaskan diri dari cengkraman buta huruf. 

Namun,  perkembangan zaman dalam menyambut revolusi 4.0 ini ada tantangan yang lebih besar dari sekedar buta huruf. Salah satunya adalah kemampuan menyajikan setiap pengetahuan dari media baca kedalam tulisan.

Seperti halnya membaca keterampilan menulis juga membutuhkan latihan. Berlatih secara sistematis, teratur akan membuat kegiatan menulis menjadi menyenangkan. Bekal pengetahuan dari keterampilan membaca akan menjadi bekal pokok untuk mengasah kemampuan menulis. 

Ada dua hal yang diperlukan untuk mencapai keterampilan menulis yakni pengetahuan tentang tulis-menulis dan berlatih untuk menulis karena menulis merupakan sebuah keterampilan berbahasa yang terpadu, yang ditujukan untuk menghasilkan sebuah karya tulis.

Dalam Gerakan Literasi Nasional telah menetapkan 6 pilar literasi sebagai dasar upaya dalam menggalakkan budaya berliterasi. Salah satu dari 6 pilar literasi tersebut adalah literasi baca tulis. Literasi baca tulis merupakan dua komponen dasar yang seharusnya ditanamkan dengan seimbang. Menurut Deklarasi Praha pada 2003 mengartikan literasi 
baca-tulis juga mencakup bagaimana seseorang berkomunikasi dalam masyarakat. 

Gerakan literasi Nasional dengan melibatkan 3 poros utama literasi yaitu literasi keluarga, sekolah dan masyarakat harus mampu dilaksanakan secara seimbang untuk sama-sama memperbaiki paradigma literasi baca tulis yang hanya menekankan pada kemampuan membaca saja tanpa mampu merekonstruksi pengetahuan bacaan kedalam bentuk tulisan maupun mengkomunikasikan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak berlebihan jikalau literasi baca tulis sebagai literasi dasar dalam menggerakkan literasi. Literasi baca tulis dalam prinsip berkesinambungan menuntut kesediaan semua pihak yang terkait dalam 3 poros utama literasi tersebut, untuk dapat merubah kesenjangan yang hanya menekankan pada keterampilan membaca saja, tanpa memperhatikan keterampilan menulis hingga terwujud program literasi baca tulis. Dengan membaca ilmu pengetahuan akan terbuka, dan dengan menulis ilmu akan menjadi warisan yang sangat berharga.

 

Editor : Muhammad Saleh
Sumber : Arma Winarni
Komentar Via Facebook :