-
Puisi tentang Refleksi: Tubuh yang Bercahaya, karya Galuh Duti
Tubuh yang Bercahaya Oleh: Galuh Duti lihatlah peluh di pelipis adakah tersisa -
Puisi tentang Parenting: Hadir, karya Siti Miftahul Jannah
Hadir Oleh: Siti Miftahul Jannah Kecil juga punya rasa Sering dilupa, kita juga -
Puisi tentang Filosofi: Meraba Sajak Tegar, karya Putri Hidayanti Nasution
Meraba Sajak Tegar Oleh: Putri Hidayanti Nasution di pucuk-pucuk angkasa, langit -
Puisi tentang Budaya: Batik Mega Mendung Karya Ibune Daniel
Batik Mega Mendung Oleh: Ibune Daniel Motif batik mega mendung budaya ciri -
Puisi tentang Rumah; Tangisan Ruh di Bawah Loteng, karya Kairan Hanafi
Tangisan Ruh di Bawah Loteng Oleh: Kairan Hanafi Menatap langit rumah yang -
Puisi tentang Batavia: Warisan Derita, karya Yehezkiel
Warisan Derita Oleh: Yehezkiel Hamparan pasir nan indah, lambaian kelapa ikut -
Puisi tentang Rumah: Yang Iri pada Bintang, karya Qurnia Ramadhayanti
Yang Iri pada Bintang Oleh: Qurnia Ramadhayanti ia berjalan, menelusuri -
Puisi tentang Rumah: Surga Lazuardi, karya Harun Al Rasyid
Surga Lazuardi Oleh: Harun Al Rasyid Di bawah jendela sukma yang mengembun Di atas -
Puisi tentang Rumah: Tiang yang hampir Rebah, karya Batu Karang
Tiang yang Hampir Rebah Oleh: Batu Karang Derit jerit nyanyian jendela usang Pada -
Puisi tentang Rumah: Kembali Hidup, karya Zara Risanda
Kembali Hidup Oleh: Zara Risanda Tetes hujan menghantam atap serupa













.jpeg)


