-
Puisi tentang Kakek: Setelah Dia Tiada, karya Jusmaniar Dly
Setelah Dia Tiada Oleh: Jusmaniar Dly Engkau teladan hidup tempat belajar menuntut -
Puisi tentang Puisi: Mantra Pohon Puisi, karya Rubaida Rose
Mantra Pohon Puisi Oleh: Rubaida Rose Kusambut tawa hujan di bawah pohon puisi -
Puisi tentang Puisi: Selasar Pulang, karya Hafizha Nabilah Zhafarina
Selasar Pulang Oleh: Hafizha Nabilah Zhafarina Baris-baris suaka tanpa -
Puisi tentang Hidup: Di Antara yang Tersisa, karya Nurianis Dahlan
Di Antara Yang Tersisa Oleh: Nurianis Dahlan Malam belajar bernapas pelan aku -
Puisi tentang Nuh: Nama yang Hanyut, karya Joyce Arifin
Nama yang Hanyut Oleh: Joyce Arifin ayah seru namaku dengan suara kayu aku -
Puisi tentang Cinta: Arus Dua Dunia, karya Hafizha Nabilah Zhafarina
ARUS DUA DUNIA Oleh: Hafizha Nabilah Zhafarina Di ambang langit, Adam Hawa melepas -
Puisi tentang Makanan: Kampiun di Gang Koto Ilalang, karya Nurianis Dahlan
Kampiun di Gang Koto Ilalang Oleh: Nurianis Dahlan Di Gang Koto Ilalang langkah -
Puisi tentang Masa Kecil: Permen Gulali, karya Amalia Ramadanti
Permen Gulali Merah Oleh: Amalia Ramadanti Adzan zuhur jatuh di atap -
Puisi tentang Diri Sendiri: Keyboard Diri, karya Rakhmanoen
Keyboard Diri Oleh: Rakhmanoen aku serupa tombol spasi memberi jeda -
Puisi tentang Penjara: Tanpa Kidung Pujaan, karya Sri Rahayu WPC
Tanpa Kidung Pujaan Oleh: Sri Rahayu WPC Waktu berlalu cepat Di dalam sel, ia hanya








.jpeg)







