-
Puisi tentang Puisi: Mutiara yang Nyata, Karya Airsita
Mutiara yang Nyata Oleh: Airsita Mutiara ilmu bagai sumber mata air yang jernih. Aku -
Puisi tentang Pengakuan: Mimpi Seorang Penyair, Karya Aditya PR
Mimpi Seorang Penyair Oleh: Aditya PR Sunyinya malam, menemaniku dalam mengisi -
Puisi tentang Elemen: Air, karya Sufiah
Air Oleh: Sufiah Senyawa yang memberi nyawa Pada semua kehidupan Oksigen dan atom -
Puisi tentang Diri Sendiri: Garwo, Karya Galuh Duti
Garwo Oleh: Galuh Duti aku masih sama punya nama pena dan larik-larik seperti -
Puisi tentang Udara: Udara, Karya Nina Afandi
Udara Oleh: Nina Afandi Jadilah atmosfer yang selalu menjaga bumi Jadilah Atmosfer -
Puisi tentang Tekanan Hidup: Rindu Suara, Karya Pak Tyqnue Azbynt
Rindu Suara Oleh: Pak Tyqnue Azbynt Surat cinta BRI memacu darah tinggiku -
Puisi tentang Cinta: Di Balik Cakrawala Senja, Karya Endang Ary Hs
Di Balik Cakrawala Senja Oleh: Endang Ary Hs berhari-hari sudah kau menghuni -
Puisi tentang Bencana Alam: Gelombang Api, Karya Hajriah RE
Gelombang Api Oleh: Hajriah RE Mimpi buruk menghantui Embusan angin -
Puisi tentang Waktu: Rayuan Senja, Karya Ratna Asiawati
Rayuan Senja Oleh: Ratna Asiawati setahun telah terlewati beribu peristiwa -
Puisi tentang Kesadaran: Sampah Sayur Busuk, Karya Joyce Arifin
Sampah Sayur Busuk Oleh: Joyce Arifin. angin membawa bau sampah busuk lalat riang
















