Aksi Pungut dan Camp Ceria dua Penggiat Alam di Kuansing
Kuantan Singingi, RanahRiau.com- Banyaknya penemuan terhadap objek wisata berupa air terjun, beberapa tahun belakangan ini merupakan anugrah tersendiri bagi masyarakat kabupaten Kuantan Singingi. Selain mengundang para wisatawan berkunjung ke lokasi objek wisata, baik wisata lokal maupun dari luar Kuantan Singingi, juga bisa menghidupi perekonomian masyarakan disekitarnya.
Ternyata kehadiran wisatawan tidak hanya menjadi anugrah, akan tetapi ancaman berupa kerusakan tempat objek wisata dan lingkungan sangat perlu diperhitungkan, mengingat bekas sampah dari pengunjung itu sendiri dan serta minimnya kepedulian pemerintah terhadap lingkungan dan objek wisata.
Himpunan Komunitas Pengiat Alam Kuantan Singingi (HIKPA-KS) dan Olang Pulai Pecinta Alam (Op-Pala) mengadakan Camp ceria dan Aksi pungut sampah sekitaran objek wisata air terjun Batang Ogan, Hulu Kuantan, Kuansing, selama dua hari, dimulai tanggal 15-16 Juni.
Adanya banyak penemuan terhadap objek wisata air terjun merupakan anugrah tersendiri buat kabupaten Kuansing, serta Selain mengundang minat wisata, juga menyisakan sampah dari sisa pengunjung yang datang.
Dalam kegiatan ini, Hikpa-KS dan Op-Pala tidak hanya sekedar melakukan camping di area objek wisata air terjun Batang Ogan, mereka juga turun tangan membersikan area sekitar dari sampah anorganik (Plastik, botol, kaleng) yang ditinggal oleh wisatawan.
Dengan adanya kegiatan demikian para anggota Hikpa-KS dan Op-Pala berharap aksi mereka tidak hanya berakhir sampai disitu, ada kelanjutan dari pihak pemeritahan yang menjaga dan wisatawan juga yang sadar terhadap lingkungan.
Seperti penyedian tempat sampah yang layak beserta pembagian letak sampah organik dan anorganik, aturan pelarangan tertulis bagi pengunjung atau wisatawan buang sampah berupa denda di area wisata, serta akses dan jalur kelokasi juga tidak kalah penting mengingat wisata air terjun di Kuansing yang jumlahnya sudah puluhan berpotensi menggait wisatawan. Hal itu dikatakan Ketua Hikpa-KS, Ridho kepada RanahRiau.com Rabu (19/06/2019) pagi.
Selain itu Ia juga mengatakan, kegiatan positif aksi pungut sampah tidak akan berakhir disini, kegiatan tersebut akan dilakukan pula terhadap objek wisata air terjun lainnya. "Aksi kami bukan ini yang terakhir, InsyaAllah kami akan melanjutkan kegiatan ini ke tempa-tempat air terjun lainnya," Ucap Ridho
Hikpa-KS dan Op-Pala berharap kegiatan mereka menjadi contoh bagi pengunjung agar tidak meninggalkan apapun selain jejak, apalagi meninggalkan sampah yang tidak hanya mengotori, bahkan merusak terhadap lingkungan.
"Thanks, Gaeess.. Sampah kalian telah dipungut oleh rekan Hikpa-KS dan Op-Pala, " Tulis salah seorang anggota Hikpa-KS di IG Stories miliknya.
Reporter : Eki Maidedi
Ternyata kehadiran wisatawan tidak hanya menjadi anugrah, akan tetapi ancaman berupa kerusakan tempat objek wisata dan lingkungan sangat perlu diperhitungkan, mengingat bekas sampah dari pengunjung itu sendiri dan serta minimnya kepedulian pemerintah terhadap lingkungan dan objek wisata.
Himpunan Komunitas Pengiat Alam Kuantan Singingi (HIKPA-KS) dan Olang Pulai Pecinta Alam (Op-Pala) mengadakan Camp ceria dan Aksi pungut sampah sekitaran objek wisata air terjun Batang Ogan, Hulu Kuantan, Kuansing, selama dua hari, dimulai tanggal 15-16 Juni.
Adanya banyak penemuan terhadap objek wisata air terjun merupakan anugrah tersendiri buat kabupaten Kuansing, serta Selain mengundang minat wisata, juga menyisakan sampah dari sisa pengunjung yang datang.
Dalam kegiatan ini, Hikpa-KS dan Op-Pala tidak hanya sekedar melakukan camping di area objek wisata air terjun Batang Ogan, mereka juga turun tangan membersikan area sekitar dari sampah anorganik (Plastik, botol, kaleng) yang ditinggal oleh wisatawan.
Dengan adanya kegiatan demikian para anggota Hikpa-KS dan Op-Pala berharap aksi mereka tidak hanya berakhir sampai disitu, ada kelanjutan dari pihak pemeritahan yang menjaga dan wisatawan juga yang sadar terhadap lingkungan.
Seperti penyedian tempat sampah yang layak beserta pembagian letak sampah organik dan anorganik, aturan pelarangan tertulis bagi pengunjung atau wisatawan buang sampah berupa denda di area wisata, serta akses dan jalur kelokasi juga tidak kalah penting mengingat wisata air terjun di Kuansing yang jumlahnya sudah puluhan berpotensi menggait wisatawan. Hal itu dikatakan Ketua Hikpa-KS, Ridho kepada RanahRiau.com Rabu (19/06/2019) pagi.
Selain itu Ia juga mengatakan, kegiatan positif aksi pungut sampah tidak akan berakhir disini, kegiatan tersebut akan dilakukan pula terhadap objek wisata air terjun lainnya. "Aksi kami bukan ini yang terakhir, InsyaAllah kami akan melanjutkan kegiatan ini ke tempa-tempat air terjun lainnya," Ucap Ridho
Hikpa-KS dan Op-Pala berharap kegiatan mereka menjadi contoh bagi pengunjung agar tidak meninggalkan apapun selain jejak, apalagi meninggalkan sampah yang tidak hanya mengotori, bahkan merusak terhadap lingkungan.
"Thanks, Gaeess.. Sampah kalian telah dipungut oleh rekan Hikpa-KS dan Op-Pala, " Tulis salah seorang anggota Hikpa-KS di IG Stories miliknya.
Reporter : Eki Maidedi


Komentar Via Facebook :