Menuju Pribadi yang bertaqwa

Menuju Pribadi yang bertaqwa

RanahRiau.com- Salah satu tujuan dari kewajiban yang dibebankan kepada orang mukmin di bulan Ramadan ini adalah puasa, menahan lapar dan minum serta hal-hal yang membatalkan puasa lainnya sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Juga menahan anggota badan atau sisi lahiriah dari perbuatan tercela dan dosa, serta menahan sisi batiniah dari lintasan-lintasan buruk, niatan-niatan jahat dan sejenisnya. Tujuannya adalah agar orang yang berpuasa itu mencapai derajat orang bertakwa.

Allah mengatakan dalam Al-Quran, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al-Baqarah [2]: 183). Puasa adalah rukun Islam keempat, dan merupakan pilar penyangganya. Jika pilar ini roboh, roboh pula bangunan Islam. Karena itu, orang beriman dan telah mengucapkan dua kalimat syahadat mestilah berpuasa Ramadan sebulan penuh, kecuali orang yang sakit, tua renta dan anak kecil yang belum balig atau belum dibebani perintah-perintah dan larangan syariat (mukalaf). Puasa sekaligus bentuk pengabdian atau penyembahan kepada Allah dalam bentuk tidak minum atau tidak makan sepanjang waktu tertentu. Dengan kata lain, puasa adalah ibadah. Karena itu, tujuan dari puasa sama dengan tujuan dari ibadah, yakni agar menjadi orang bertakwa.

Allah berfirman dalam Al-Quran, “Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.” (QS Al-Baqarah [2]: 21)

Allah menyuruh kita untuk beribadah, salah satunya adalah dengan berpuasa, agar kita menjadi orang bertakwa. Dalam ayat lain dikatakan, orang bertakwa akan disertai oleh Allah. Allah berfirman, “Dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS At-Taubah [9]: 36). Pada ayat lain disebutkan pula, tidak hanya disertai oleh Allah, tapi juga disukai oleh-Nya. Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.” (QS At-Taubah [9]: 4)

Dengan demikian, jika kita bertakwa kepada Allah dengan baik di mana pun kita berada, sebagaimana dikatakan Nabi, “Bertakwalah kepada Allah di mana pun kamu berada.” (HR At-Tirmidzi), niscaya kita tidak akan pernah merasa sendirian. Ada Allah yang senantiasa bersama kita, mengiringi setiap langkah kita, dan menunjukkan kepada kita hal terbaik bagi kita di dunia ini. Ini yang dikatakan Nabi, bahwa takwa itu mengandung kebaikan. Beliau bersabda, “Bertakwalah kepada Allah karena itu adalah kumpulan segala kebaikan.” (HR Ath-Thabrani)

Dengan takwa, kita tidak akan merasa khawatir, cemas atau takut menghadapi kehidupan. Seberat atau sesulit apa pun kondisi kita dalam kehidupan, jika kita bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menolong dan membantu kita serta membuka jalan-jalan yang mudah dan terbaik dengan hasil yang terbaik juga. Ini sebagaimana dijanjikan Allah, “Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS Ath-Thalaq [65]: 2-3)

Tidak sedikit orang yang putus asa dan pesimistis ketika gagal melewati suatu ujian atau tantangan. Ini terjadi karena tidak ada takwa di hati dan perilakunya, sehingga Allah pun menjauh bahkan meninggalkannya. Jika kita ingin kehidupan kita penuh berkah, mudah, rezeki lancar, sehat selalu, panjang umur atau hal-hal baik lainnya, kita mesti bertakwa dan komitmen dengannya. Allah mengatakan, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya.” (QS Al-Ma’idah [5]: 35)

Allah adalah sumber kebaikan. Jika kita menjauh dari-Nya, berarti kita menjauh dari kebaikan, yang berarti mendekatkan kita pada keburukan. Jika kita ingin memperoleh kebaikan, kebahagiaan dan kesejahteraan hidup yang hakiki, tanpa rasa waswas, khawatir, cemas atau takut sesuatu yang buruk akan menimpa kita, kita mesti mendekati Allah dengan bertakwa: menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Dengan berpuasa yang merupakan perintah-Nya, juga ibadah-ibadah lainnya, kita akan menjadi manusia bertakwa yang senantiasa disertai dan disukai Allah. Wallahu a’lam.



Penulis : Abdul Hafidz AR, S.IP, Alumni Hubungan Internasional Universitas Riau, Pengamat Sosial dan Budaya, Redaktur Pelaksana di RanahRiau.com dan Wartawan di Majalah Property&Bisnis, untuk info pertanyaan dan kritikan bisa dialamatkan ke WA : 085263905088
 

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :